Prevalensi Infeksi Cacing Toxocara Canis pada Anak Anjing Kintamani di Kabupaten Bangli Bali

  • Ni Nyoman Widiasih Mahasiswa Pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • I Made Dwinata Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • Ida Bagus Made Oka Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p06

Abstrak

Anjing Kintamani Bali merupakan salah satu anjing ras asli Indonesia yang memiliki banyak peminat. Anjing ini berasal dari daerah pegunungan Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bali. Toxocariosis merupakan salah satu penyakit yang umum menginfeksi anak anjing. Infeksi cacing T. canis dapat menimbulkan peradangan dan edema pada organ hati dan paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing T. canis pada anak anjing Kintamani Bali dan hubungannya dengan faktor risiko umur anjing. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Total sampel penelitian ini berjumlah 100 sampel feses anak anjing Kintamani Bali, diperiksa dengan metode konsentrasi pengapungan menggunakan larutan garam jenuh. Data penelitian disajikan secara deskriptif dan untuk mengetahui hubungan antara umur dengan prevalensi di analisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapatkan prevalensi infeksi cacing T. canis pada anak anjing Kintamani Bali sebesar 79% (79/100). Hasil penelitian berdasarkan kelompok umur: pada anak anjing Kintamani Bali berumur 1 bulan prevalensinya  62,5% (15/24), umur 2 bulan prevalensinya 90,3% (28/31), dan umur 3 bulan prevalensinya 80,0% (36/45). Hasil analisis uji chi-square didapatkan ada hubungan yang signifikan antara faktor risiko umur (P<0,05) terhadap prevalensi infeksi cacing T canis.  Pemberian secara teratur obat cacing pada anak anjing dan pada induk anjing yang bunting 1 sampai 2 minggu sebelum kelahiran untuk mencegah dan mengurangi penularan infeksi cacing T. canis melalui prenatal maupun transmamari.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Akhira D, Fahrimal Y, Hasan M. 2013. Identifikasi parasit nematoda saluran pencernaan anjing pemburu (canis familiaris) di Kecamatan Lareh Sago Halaban Provinsi Sumatera Barat. J. Med. Vet. 7: 42-45.
Baker DG. 2007. Flynn's parasites of laboratory animals. American College of Laboratory Animal Medicine.
Ballweber LR. 2000. Veterinary parasitology. College of Veterinary Medicine, Mississippi State University, Mississippi State.
Barrios RAR, Mena GB, Munoz J, Culbillon FA, Herunandez E, Gonzalez F, Escalona F. 2004. Prevalence of intestinal parasites in dogs under veterinary care in Maracaiba Venezuela. Vet. Parasitol. 6: 1-10.
Borcovcova M. 2003. Prevalence of intestinal parasites of dogs in Rural Areas of South Moravia (Czech Republic). Helminthol. 40(3): 141-146.
Budiharta S, Suardana IW. 2007. Buku ajar epidemiologi dan ekonomi veteriner. Udayana University Press. Denpasar.
Control Desease, Prevention (CDC). 2013. Parasites - toxocariasis (also
known as roundworm infection). USA. (http://www.cdc.gov/parasites/
toxocariasis/).
Evayana M, Dwinata IM, Puja IK. 2017. Prevalensi infeksi cacing toxocara canis pada anjing kintamani di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Indon. Med. Vet. 6(2): 115-123.
Fantanarrosa MF, Vezzani D, Basabe J, Eiras D. 2006. An epidemiological study of gastrointestinal parasites of dogs from southern greater buenos aires (argentina); age, gender, breed, mixed infections and seasonal and spatial patterns. Vet. Parasitol. 136: 283-295.
Fatmawati D. 2014. Identifikasi toxocara canis pada anak anjing di Makassar Pet Clinic. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Gunawan NF, Sukada M, Puja IK. 2012. Perilaku bermasalah pada anjing kintamani Bali. Bul. Vet. Udayana. 4(2): 95-100.
Jaya KU, Oka IBM, Dharmawan NS. 2017. Prevalensi infeksi cacing toxocara canis pada anjing di kawasan wisata di Bali. Indon. Med. Vet. 6(4): 288-295.
Paulos D, Addis M, Fromsa A, Mekibib B. 2012. Prevalence of gas-
trointestinal helminthes among dogs and owners perception about
zoonotic dog parasites in Hawassa Town, Ethiopia. J. Pub. Health
Epidemiol. 4: 205-209.
Puja IK. 2007. Anjing kintamani bali maskot fauna Kabupaten Bangli. Universitas Udayana. Denpasar.
Sampurna IP, Nindhia TS. 2008. Analisis data dengan SPSS dalam rancangan percobaan. Penerbit Udayana Press. ISBN: 978-979-8286-40-7.
Soulsby EJL. 1982. Helminths, arthropods, and protozoa of domesticated animals. New York: Academic Press
Taniawati S, Margono S. 2008. Epidemiologi soil transmited helminths. Dalam: Parasitologi Kedokteran. Edisi 4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
Taylor MA, Coop RL, Wall RL. 2007. Veterinary parasitology. London: Royal Veterinary College.
Teixeira CRPP, Chieffi SA, Lescano EO, Melo SBF. 2006: Frequency and risk factors for toxocariasis in children from a pediatric outpatient center in southeastern Brazil. Rev. Inst. Med. Trop. Sa˜o Paulo. 48: 251–255.
Thevenet PS, Jensen D, Mellado I, Torrecillas C, Raso S, Flores ME, Minvielle MC, Basualdo JA. 2003. Presence and persistence of intestinal parasites in canine faecal material collected from the environment in The Province of Chubut, Argentina Patagonia. Vet. Parasitol. 117: 263-269.
Wichit R, Chaisiri K, Mahittikorn A, Pubampen S, Sanguankiat S, Kusolsuk T, Maipanich W, Udonsom R, Mori H. 2014. Gastrointestinal parasites of dogs and cats in a refuge in Nakhon Nayok, Thailand. J. Trop. Med. Parasitol. 38, 17-24.
Zajac AM, Conboy GA. 2012. Veterinary clinical parasitology 8th edition. American Association of Veterinary Parasitologists (AAVP).
Diterbitkan
2023-02-28
##submission.howToCite##
WIDIASIH, Ni Nyoman; DWINATA, I Made; OKA, Ida Bagus Made. Prevalensi Infeksi Cacing Toxocara Canis pada Anak Anjing Kintamani di Kabupaten Bangli Bali. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 199-204, feb. 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/87351>. Tanggal Akses: 20 feb. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p06.
Bagian
Articles