Uji Daya Hambat Eko-enzim terhadap Perumbuhan Bakteri Streptococcus spp. yang Diisolasi dari Jaringan Ektodermal Kulit Anjing

  • Sheira Tannia Welfalini Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
  • I Nyoman Suartha Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. Raya Sesetan Gg. Markisa No. 6, Denpasar Selatan, Bali, Indonesia
  • Putu Henrywaesa Sudipa Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p02

Abstrak

Anjing memiliki kulit yang rentan terhadap serangan penyakit kulit akibat infeksi bakteri. Salah satu bakteri yang merupakan flora normal di kulit anjing tetapi dapat juga bersifat infeksius yaitu Streptococcus spp. yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti abses, infeksi lokal, serta septikemia yang mengancam nyawa. Produk fermentasi eko-enzim diduga memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi karena kandungan asam asetat yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri eko-enzim dalam menghambat Streptococcus spp. dengan metode agar well diffusion menggunakan rancangan acak lengkap terhadap 6 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu eko-enzim konsentrasi 30%, 50%, 70%, 100%, aquades sebagai kontrol negatif dan Penicillin G sebagai kontrol positif. Parameter yang diukur adalah besarnya diameter zona hambat yang terbentuk di lubang sumuran. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisis dengan metode ANOVA. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa eko-enzim dengan konsentrasi 30%, 70%, dan 100% berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus spp.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Akeel RA, Mateen A, Janardhan K, Gupta VC. 2017. Analysis of anti-bacterial and anti oxidative activity of azadiractha indica bark using various solvent extracts. Saudi J. Biol. Sci. 24(1): 11-14.
Arifin WL, Syambarkyah, Argya, Purbasari, Sutsuga H, Ria, Rizkita, Puspita VA. 2009. Introduction of Eco-enzyme to support organic farming in Indonesia. Asian J. Food Agro-Industry. 357-358.
Aviany HB, Pujiyanto S. 2020. Analisis efektivitas probiotik di dalam produk kecantikan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berkala Bioteknol. 3(2): 25-29.
Chen J. 2021. Cultivation media for bacteria. https://learn.chm.msu.edu/vibl/content/differential/
Clinical and Laboratory Standards Institute. 2020. Performance standards for antimicrobial susceptibility testing. CLSI eCLIPSE 30th Ed.
Cortesia C, Vilcheze C, Bernut A, Contreras W, Gomez K, Waard J, Jacobs WR, Kremer L, Takiff H. 2014. Acetic acid, the active component of vinegar, is an effective tuberculocidal disinfectant. mBio. 5(2): e00013-14.
Damayanti SS, Komala O, Effendi EM. 2018. Identifikasi bakteri dari pupuk organik cair isi rumen sapi. Ekologia. 18(2): 63-71.
Dewi MA, Anugrah R, Nurfitri YA. 2017. Uji aktivitas antibakteri ekoenzim terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Dissertations. Cimahi: Universitas Jendral Achmad Yani.
Fitriasari PD, Amalia N, Farkhiyah S. 2020. Isolasi dan uji kompatibilitas bakteri hidrolitik dari tanah tempat pemrosesan akhir Talangagung, Kabupaten Malang. Berita Biol. 19(2): 151-152.
Henaulu AH, Kaihena M. 2020. Potensi antibakteri ekstrak etanol daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.)DC) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus in vitro. Biofaal J. 1(1): 44-54.
Hermawan, Hana A. 2007. Pengaruh ekstrak daun sirih (piper betle 1) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Eschericia coli dengan metode difusi disk. Dissertations. Surabaya: Universitas Erlangga.
Kundukad B, Schussman M, Yang K, Seviour T, Yang L, Rice SA, Kjelleberg S, Doyle PS. 2017. Mechanistic action of weak acid drugs on biofilms. Sci. Rep. 7: 4783.
Lamm CGAC, Ferguson TW, Lehenbauer BC, Love. 2010. Streptococcal infection in dogs a retrospective study of 393 cases. Vet. Pathol. 47(3): 387-395.
Mavani HAK, Tew IM, Wong L, Yew HZ, Mahyuddin A, Ghazali RA, Pow EHN. 2020. Antimicrobial ecacy of fruit peels eco-enzyme against enterococcus faecalis: an in vitro study. Int. J. Environ. Res. Pub. Health 2020. 17: 1-12.
Medleau L, Hnilica KA. 2006. Small animal dermatology. A Colour Atlas and Therapheutic Guide. Second Edition. Saunders Elseiver. UK. Pp. 25-61.
Muljono P, Fatimawali, Manampiring AE. 2016. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun mayana jantan (Coleus atropurpureus Benth) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus Sp. dan Pseudomonas Sp. J. e-Biomed. 4(1): 164-172.
Rahayu S. 2015. Deteksi streptococcus agalactiae penyebab mastitis subklinis pada sapi perah di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Dissertations. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Rahma RPA, Bahar M, Harjono Y. 2017. Uji daya hambat filtrat zat metabolit Lactobacillus plantarum terhadap pertumbuhan Shigella dysenteriae secara In Vitro. J. Ilmiah Biol. 5(1): 32-41.
Rastina R, Sudarwanto M, Wientarsih I. 2015. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kari (Murraya koenigii) terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas sp. J. Ked. Hewan. 9(2): 185-188.
Rochyani N, Utpalasari RL, Dahliana I. 2020. Analisis hasil konversi eco enzyme menggunakan nenas (Ananas comosus) dan pepaya (Carica papaya L.). J. Redoks. 5(2): 135-136.
Rusdianasari R, Syakdani A, Zaman M, Sari FF, Nasyta NP, Amalia R. 2021. Production of disinfectant by utilizing Eco-enzyme from fruit peels waste. Int. J. Res. Voc. Stud. 1(3): 01-07.
Saepudin, Sulistiawan RH, Hanifah S. 2007. Perbandingan penggunaan antibiotika pada pengobatan pasien infeksi saluran kemih yang menjalani rawat inap di salah satu RSUD di Yogyakarta Tahun 2004 dan 2006. Dissertations. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Sizu B, Shah NP. 2003. Effects of pH, temperature, supplementation with whey protein concentrate, and adjunct cultures on the production of exopolysaccharides by Streptococcus thermophilus 1275. J. Dairy Sci. 86(11): 3405-3415.
Suprianto. 2008. Potensi ekstrak sereh wangi (Cymbopongon nardus L.) sebagai anti Streptococcus mutans. Dissertations. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Surjowardojo P, Susilorini TE, Benarivo V. 2016. Daya hambat dekok kulit apel malang (Malus sylvestris Mill) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Streptococcus agalactiae penyebab mastitis pada sapi perah. Ternak Trop. 17(1): 11-21.
Diterbitkan
2022-06-22
##submission.howToCite##
WELFALINI, Sheira Tannia; SUARTHA, I Nyoman; SUDIPA, Putu Henrywaesa. Uji Daya Hambat Eko-enzim terhadap Perumbuhan Bakteri Streptococcus spp. yang Diisolasi dari Jaringan Ektodermal Kulit Anjing. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 169-176, june 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/86815>. Tanggal Akses: 20 feb. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i02.p02.
Bagian
Articles