Perbedaan Jumlah Bakteri Coliform dan E. Coli pada Anjing Diare dan Anjing Sehat
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform pada anjing diare dan anjing sehat. Penelitian ini menggunakan 20 sampel feses segar yang terdiri atas 10 feses anjing diare dan 10 feses anjing sehat. Setelah itu, sampel ditumbuhkan pada media Eosin Methylene Blue Agar dengan menggunakan metode sebar. Data jumlah koloni Coliform selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Uji Perbedaan 2 Rerata dengan uji T untuk mendapatkan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri Coliform dan E. coli pada anjing diare lebih besar dibandingkan dengan jumlah bakteri Coliform dan E. coli pada anjing sehat. Adapun nilai rerata jumlah bakteri Coliform pada anjing diare 2,7 x 109 CFU/g dan anjing sehat 3,7 x 107CFU/g. Selanjutnya, untuk nilai rerata jumlah bakteri E. coli pada anjing diare 2,6 x 109 CFU/g dan anjing sehat 2,8 x 107 CFU/g.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Alexander D, Bedjo BS, Ani W. 2017. Perancangan buku fotografi memperkenalkan anjing ras asli bali. Skripsi. Univeristas Kristen,
Balia R, Harlia E, Suryanto D. 2011. Deteksi Coliform pada daging sapi giling spesial yang dijual di hipermarket Bandung. Skripsi. Universitas Padjajaran.
Bogdanoski T. 2010. Towards an animal-friendly family law: recognising the welfare of family law’s forgotten family members. Griffith Law Rev. 19(02): 197-237.
Chandler M. 2011. Solutions in veterinary practice : small animal gastroenterology. London: Elsevier. Pp. 113.
Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Hubbard K, Skelly BJ, McKelvie J, Wood JLN. 2007. Risk of vomiting and dhiarrhoea in dogs. Vet. Rec. 161 (22): 755-757.
Jawetz, Melnick, dan Adelberg’s. 2005. Mikrobiologi kedokteran. Edisi 23. Alih Bahasa: Huriwati Hartanto et al. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kurniati AM. 2016. Mikrobiota saluran cerna: tinjauan dari aspek pemilihan asupan makanan. J.K. Unila. 1(2): 380-384.
Lynch JM, Poole NJ. 1979. Water pollution and its prevention. In Microbial Ecology: A Conceptual Approach. Blackwell scientific Publication. Oxford. Pp. 226-245.
Murti B. 2003. Prinsip dan Metode Riset Epidemologi, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Puspitasari FD, Shovitri M, Kuswytasari ND. 2012. Isolasi dan karakterisasi bakteri aerob proteolitik dari tangki septik. J. Sains dan Seni ITS. 1(1):
Rahmiati DU, Pribadi ES. 2014. Tingkat Pendidikan dan Status Ekonomi Pemilik Hewan Kesayangan dalam Hal Pengetahuan dan Penerapan Kesejahteraan Hewan. Jurnal Vet. 15(3): 386-394.
Saadah FP. 2017. Analisis bakteri coliform dalam es batu dari berbagai kantin di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan. Lampung.
Sanjaya TA, Apriliana E. 2013. Deteksi escherichia coli pada jajanan cendol yang dijual di pasar tradisional Kota Bandar Lampung. MAJORITY.
Zein U, Sagala KH, Ginting J. 2004. Diare akut disebabkan bakteri. Skripsi. Univeristas Sumatra Utara.


