Prevalensi Infeksi Isospora spp. pada Kucing di Kota Denpasar

  • Nelviana Mesquita Mahasiswa Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • Nyoman Adi Suratma Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
  • I Made Dwinata Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i06.p18

Abstrak

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia dengan berbagai macam ras, dan sebagai hewan kesayangan yang mendapatkan perhatian untuk dipelihara dan dikembangbiakkan. Protozoa gastrointestinal yang umum menginfeksi kucing adalah Gardia felis, Cryptosporidium felis, Isospora felis, Isospora rivolta, Toxoplasma gondii, Hammondia hammondi dan Sarcocystis sp., sedangkan pada usus besar dapat terinfeksi Pentatrichomonas hominis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi infeksi dan hubungan antara beberapa faktor (ras, jenis kelamin, umur dan manajemen pemeliharaan) terhadap protozoa gastrointestinal pada kucing di kota Denpasar. Jumlah sampel yang dipergunakan pada penelitian ini 100 sampel feses kucing dan data dianalisis dengan chi-square. Sampel diperiksa menggunakan metode kosentrasi apung, dengan zat pengapung NaCl jenuh.  Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infeksi protozoa gastrointestinal pada kucing sebesar 24% (24/100). Faktor ras, jenis kelamin, umur dan manajemen pemeliharaan tidak berhubungan dengan prevalensi infeksi prototozoa gastrointestinal pada kucing.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Adams PJ. 2003. Parasites of feral cats and native fauna from western australia: the application of molecular techniques for the study of parasitic infections in australian wildlife. Murdoch University, Australia.
Barutzki D, Schaper R. 2003. Endoparasites in dogs and cats in Germany 1990-2002. Veterinary Laboratory Freiburg, Freiburg, Germany.
Bowman DD, Barr SC, Hendrix CM, Lindsay DS. 2003. Gastro-intestinal parasites of cat. International Veterinary Information Services, Ithaca, New York, USA.
Hildreth AM, Vantassel SM, Hygnstrom SE. 2010. Feral cats and their management. University of Nebraska Lincoln.
Lorenzini G, Tasca, Carli GAD. 2007. Prevalence of intestinal parasites in dogs and cats under veterinary care in Porto Alegre, Rio Grande Do Sul, Brazil. Braz. J. Vet. Res. Anim. Sci. 44(2): 137-145.
Lukiswanto BS, Yuniarti WM. 2013. Pemeriksaan fisik pada anjing dan kucing. Airlangga University Press.
Milliana M. 2010. Prevalence of stray cats with intestinal protozoan parasites. Am. J. Anim. Vet. Sci. 5(3): 86-90.
Mohsen A, Hossein H. 2009. Gastrointestinal parasites of stray cats in Kashan, Iran. J. Trop. Biomed. 26(1): 16-22.
Nofisulastri N. (2018). Studi karakter morfologi kucing peranakan anggora hasil perkawinan silang alami. J. Ilmiah Biol. 6(2): 114-119.
Pagati AL, Suwanti LT, Anwar C, Yuniarti WM, Sarmanu, Suprihati E. 2018. Prevalance of gastrointestinal protozoa of cats in animal hospital and animal clinic in Surabaya. J. Parasite Sci. 2(2): 61-66.


Raji AA, Magaji AA, Bello MB, Lawal MD, Mamuda A, Yahaya MS. 2013. Prevalence of gastrointestinal parasites of stray cats: a case study of two hospitals in Sokoto Metropolis, Sokoto, Nigeria. J. Bacteriol. Parasitol. 4(4): 1-4.
Robbie MH, Fajeria AL, Pratiwi L, Aeka A. 2020. Gastrointestinal protozoa helminthiasis and coccidiosis infection in domestic cat. Vet. Med. J. 2020: 97-110.
Setyoningsih AP. 2004. Identifikasi protozoa saluran pencernaan kucing dari beberapa lokasi di Bali. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Denpasar.
Subekti DT, Arrasyida NK. 2006. Toxoplasma gondii imunopathogenesis based on different strains. Wartazoa. 16(3): 128-145.
Subrata IM, Oka IBM, Agustina KK. 2017. Prevalence of intestinal worm in free ranging domestic cats in Bali. J. Vet. 18(3): 441-445.
Sucitrayani PTE, Oka IBM, Dwinata IM. 2014. Prevalensi infeksi protozoa saluran pencernaan pada kucing lokal (felis catus) di Denpasar. Bul. Vet. Udayana. 6(2): 153-159.
Tuzio H, Edwards D, Elston T, Jarboe L, Kudrak S, Richards J, Rodan I. 2004. Feline zoonoses guidelines from the American Association of Feline Practitioners. J. Feline Med. Surg. 7: 243-274 .
Diterbitkan
2022-01-30
##submission.howToCite##
MESQUITA, Nelviana; SURATMA, Nyoman Adi; DWINATA, I Made. Prevalensi Infeksi Isospora spp. pada Kucing di Kota Denpasar. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 743-750, jan. 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/79005>. Tanggal Akses: 20 feb. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i06.p18.
Bagian
Articles