Infeksi Bakteri Aeromonas sp. pada Ikan Koi Masa Karantina
Abstrak
Bakteri Aeromonas sp. merupakan salah satu jenis bakteri patogen pada manusia serta dapat menyebabkan penyakit pada hewan. Bakteri ini juga menyerang berbagai spesies ikan air tawar, salah satunya adalah ikan koi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data awal tentang infeksi bakteri Aeromonas sp pada ikan koi (Cyprinus carpio L), yang berpotensi menyebabkan penyakit pada ikan koi di Bali terutama ikan koi yang baru didatangkan dari luar pulau Bali pada masa karantina. Sebanyak 19 ekor ikan koi berukuran 15-25 cm yang dicurigai terinfeksi penyakit bakterial serta ikan koi yang mati dilakukan swab pada bagian sisik dan insang, kemudian sampel dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri di Balai Besar Veteriner. Suhu dan pH air diukur untuk menentukan kualitas air. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak satu sampel (5,26%) terinfeksi Aeromonas sp.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Camus AC, Durborow RM, Hemstreet WG, Thune RL, Hawke JP. 1998. Aeromonas bacterial infections-motile aeromonad septicemia (Vol.478). Southern Regional Aquaculture Center.
Cowan N, Hardman K, Saults JS, Blume CL, Clark KM, Sunday MA. 2016. Detection of the number of change s in a display in working memory. J. Exp. Psyc. 42: 169-185.
Dooley JS, Lallier R, Shaw DH, Trust TJ. 1985. Electrophoretic and immunochemical analyses of the lipopolysaccharides from various strains of Aeromonas hydrophila. J. Bacteriol. 164(1): 263-269.
Giyarti D. 2000. Efektivitas ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava L.) sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees) dan sirih (Piper betle L.) terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB. Bogor.
Holt JG, NR Krieg, PHA Sneath, JT Staley, ST Williams. 1994. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. 9th ed. William & Wilkins. Departement of Microbiology, Gltner Hall, Michigan State University, East lansing, MI, USA, 48824-1101.
Irianto A. 2005. Patologi Ikan Teleostei. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Laili U. 2007. Pengaruh pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap prevalensi dan kelulushidupan ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla. Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Biologi, Universitas Negeri Malang. Malang.
Lesmana DS. 2001. Kualitas air untuk ikan hias air tawar. Penebar Swadaya. Jakarta, 88.
Lubis YPP, Djayus Y, Leidonald R. 2014. Jenis-jenis bakteri pada luka ikan patin (Pangasius djambal). Aquacostamarine. 2(1): 66-77.
Mahasri G, Suprapto H, Ulfiana R. 2012. Tingkat kejadian aeromonasis pada ikan koi (Cyprinus carpio carpio) yang terinfeksi myxobolus koi pada derajat infeksi yang berbeda. J. Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 4(2): 169-174.
Mahida UN. 1984. Pencemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri. Jakarta: CV. Rajawali.
Mulia DS, Pratiwi R. 2003. Pengaruh vaksin debris sel Aeromonas hydrophila dengan kombinasi cara vaksinasi dan booster terhadap respons imun dan tingkat perlindungan relatif pada lele dumbo (Clarias gariepinus Burchell). Doctoral Dissertation, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Oregon State University. 2011. Microbiology Science. www.microbiology. science.oregonstate.edu/salmonbacteria.
Saragih AA, Syawal H, Lukistyowati I. 2015. Identifikasi bakteri patogen pada ikan selais (Ompok hypoptalmus) yang tertangkap di sungai Kampar Desa Teratak Buluh Provinsi Riau. J. Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan. 2(2), 1-13.
Sarono A, Nitimulyo KH, Leluno IYB, Widodo, Thaib N, Haryani EBS, Haryanto S, Triyanto, Ustadi, Kusumahati AN, Novianti, Setianingsih SW. 1993. Hama dan penyakit ikan karantina golongan bakteri. Kerjasama Pusat Karantina Pertanian dan Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan UGM. Yogyakarta.
Yanuhar U, Musa M, Wuragil DK. 2019. Pelatihan dan pendampingan manajemen kualitas air dan kesehatan pada budidaya ikan koi (Cyprinus carpio). J. Karinov. 2(1), 69-74.


