Gerusan Daun Pegagan Mempercepat Kesembuhan Luka Bakar pada Tikus Putih
Abstrak
Luka bakar merupakan kejadian rusaknya jaringan kulit akibat kontak kulit dengan sumber panas seperti api, bahan kimiawi, listrik dan radiasi. Penanganan luka dilakukan agar luka lebih cepat sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan kesembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberikan gerusan daun pegagan (Centella asiatica (L) Urban) dilihat dari gambaran makroskopis dan mikroskopis. Tiga puluh dua ekor tikus putih betina dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi dua perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari 16 ekor tikus, daerah yang mendapat perlakuan luka bakar yaitu pada daerah dorsal tikus dengan diameter 1 cm. Pemberian gerusan daun pegagan sebanyak tiga lembar dengan ukuran 2x1 cm. Pengamatan makroskopis dilakukan setiap hari selama 14 hari. Pada hari ke-7 dan hari ke-14, semua tikus dieutanasi, kemudian kulit lokasi luka bakar dikoleksi untuk pemeriksaan mikroskopis. Hasil pemeriksaan makroskopis dianalis dengan Chi-Square dan Analisis Varian, sedangkan pemeriksaan histopatologis dianalisis menggunakan Mann-Whitney. Hasil pemeriksaan makroskopis terhadap diameter luka, tanda radang, bengkak dan keropeng menunjukkan perbedaan yang nyata sehingga pemberian gerusan daun pegagan berpengaruh signifikan terhadap tikus kontrol. Pada pemeriksaan mikroskopis yang dianalisis dengan analisis Mann Whitney menunjukkan hasil berbeda nyata pada sel epitel pada hari ke tujuh. Pemberian gerusan daun pegagan mempercepat kesembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Belcaro, Maquart GFX, Scoccianti M, Dugall M, Hosoi M, Cesarone MR, Luzzi R, Cornelli U, Ledda A and Feragalli B. 2011. TECA (Titrated Extract of Centella Asiatica): New Microcirculatory Biomolecular and Vascular Application in Preventive and Clinical Medicine. Panminerva Med. 53(3 Suppl 1): 105-118.
Celloti F, Laufer. 2001. Inflammation Healing and Repair Synopsis. J. Pharm. Res. 43(5).
Cyntia A. 2012. Perbandingan Tingkat Kesembuhan Luka Sayat Terbuka Antara Pemberian Povidon Ipuodin Dan Pemberian Propolis Secara Topikal Pada Tikus Putih (Rattus novergicus). Skripsi. Lampung: Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.
Eriawan R, Rosida I, Prastyawan Y, Bunga O, Erna Y. 2013. Efektivitas Khasiat Pengobatan Luka Bakar Sediaan Gel Mengandung Fraksi Ekstrak Pegagan Berdasarkan Analisis Hidroksiprolin dan Histopatologi Pada Kulit Kelinci. Bul. Penelit. Kesehat. 41: 45-60.
Hanum SF, Warseno T. 2015. Ethnomedicine tumbuhan obat tradisional masyarakat Bali. Proc. Ekspose dan Seminar Pembangunan Kebun Raya Daerah. 2015: 905-916.
Hendrayana KA, Suwiti NK, Kardena IM, Besung INK. 2013. Pengaruh Pemberian Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Gambaran Mikroskopis Ginjal Mencit yang Diinfeksi Salmonella typhi. Bul. Vet. Udayana. 5(1): 41-47.
Kanalagi SJR. 2011. Peran Intergen Pada Angiogenesis Penyembuhan Luka. Cermin Dunia Kedokteran 184. 38(3): 177-181.
Kiernan JA. 1990. Histological & Histochemical Methods: Theory & Practice. 2nd Ed. Pergamon England.
Lostapa IWFW, Warditha AAGJ, Pemayun IGAGP, Sudimartini NLM. 2015. Kecepatan kesembuhan luka insisi yang diberi amoksisilin dan asam mefenamat pada tikus putih. Bul. Vet. Udayana. 8(2): 172-179
Mitchell RN and Cotran RS. 1997. Repair Cell regeneration, fibrosis, and wound healing. In: Kumar V, Cotran RS, Robbins SL (eds). WB. Saunders Company. 6: 47-59.
Poela S, Aang S. 2014. Uji Aktivitas Anti Radang Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca catecliu L.) Pada Tikus Putih Jantan. Indonesian J. Pharm. Technol. 3(2): 8-14.
Supardi S, Handayani RS, Herman MJ, Raharni, Susyanty. Kajian peraturan perundang-undangantentang pemberian informasiobat dan obat tradisional di indonesia. J Kefarmasian Indonesia. 2((1): 20-27.
Suwiti NK. 2010. Deteksi histologik kesembuhan luka pada kulit pasca pemberian daun mengkudu (Morinda citrofilia Linn). Bul. Vet. Udayana. 2(1): 1-9.
Tiwiari S, Gehlot S, Gambhir IS. 2011. Centella Asiatica: A Concise Drug Review with Probable Clinical Uses. J. Stress Physiol. Biochem. 7: 38-44.
Toyoda M, Takayama, Horiguchi N, Otsuka T, Fukusato T, Merlino G, Takagi H, Mori M. 2001. Overexpression of hepatocyte growth factor scatter factor promotes vascularization and granulation tissue formation in vitro. FEBS Lett. 509: 95-100.
Wijaya RA, Latifah, Pratjojo W. 2013. Formulasi Krim Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Alternatif Penyembuhan Luka Bakar. Indonesian J. Chem. Sci. 3: 212-217.


