Histopatologi Usus Halus Tikus Putih Jantan yang Diberikan Deksametason dan Vitamin E

  • Kadek Karina Dewi Wijayanthi
  • I Ketut Berata
  • Samsuri Samsuri
  • I Wayan Sudira

Abstrak

Deksametason telah diketahui sebagai obat kortikosteroid sintetik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Jika deksametason digunakan dalam jangka waktu panjang dan pemakaian dosis besar, menyebabkan stres oksidatif pada sel akibat akumulasi radikal bebas yang menyebabkan kematian sel pada jaringan organ tubuh. Vitamin E diketahui memiliki peran yang baik sebagai antioksidan. Saat ini belum diketahui efek samping pemberian deksametason dan vitamin E terhadap kerusakan usus halus tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan sampel 25 ekor tikus putih jantan, dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (P0), kontrol positif (P1) diberikan deksametason Harsen  0.13 mg/kg, dan perlakuan diberikan deksametason Harsen 0.13 mg/kg dengan variasi vitamin E (Natur-E) bertingkat yaitu P2 (100 mg/kg), P3 (150 mg/kg), dan P4 (200 mg/kg). Setelah perlakuan diberikan selama 2 minggu, tikus dinekropsi dan usus halus diambil untuk selanjutnya dibuat sediaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil menunjukkan perlakuan P1 terlihat nekrosis berat (kaseosa) pada usus halus, sedangkan seluruh perlakuan P2, P3, dan P4 berpengaruh terhadap perbaikan kerusakan akibat efek samping deksametason. Perlakuan 4 (P4) sebagai hasil paling baik dalam mengurangi efek samping deksametason.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

Kadek Karina Dewi Wijayanthi

Praktisi Dokter Hewan di Denpasar

I Ketut Berata

Laboratorium Patologi Veteriner Universitas Udayana

Samsuri Samsuri

Laboratorium Farmakologi dan Farmasi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

I Wayan Sudira

Laboratorium Farmakologi dan Farmasi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Referensi

Dharma IGBS, Berata IK, Samsuri. 2015. Studi histopatologi pankreas tikus putih (Rattus novergicus) yang diberi deksametason dan suplementasi Vitamin E. Indon Med Vet 4(3): 257-266.
Fromm MF, Busse D, Kroemer HK Eichelbaum M. 1996. Differential induction of prehepatic and hepatic metabolism of verapamil by rifampin. Hepatology 24: 796-801.
Guyton AC, Hall JE. 2000. Textbook of Medical Physiology. 10th Ed. Philadelphia, WB Saunders Company. Pp: 875-879.
Halliwell B, Gutteridge JMC. 1999. Free radicals in biology and medicine. third edition. New York: Oxford Univ Pr Inc.
Holtbecker N, Fromm MF, Kroemer HK, Ohnhms EF, Heidemann H. 1996. The nifedipinerifampin interaction: Evidence for induction of gut wall metabolism. Drug Metab Dispos 24: 1121-1123.
Indranarum T, Marowardoyo S. 2003. Kadar plasma kortisol pada beberapa macam manifestasi efek samping kortikosteroid pada kulit. J Berkala Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin 15.
Insani A, Samsuri, Berata IK. 2015. Gambaran Histopatologi Hati Tikus Putih yang Diberikan Deksametason dan Vitamin E. Indon Med Vet 4(3): 228-237.
Katzung GB. 2002. Farmakologi dasar dan klinik. Penerjemah dan editor: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ed 8. Jakarta: Salemba Medika, pp: 582-590.
Krishna DR, Klotz U. 1994. Extrahepatic metabolism of drugs in humans. Clin Pharmacokinet 26: 144-160.
Kusumaadhi ZM. 2010. Pengaruh pemberian deksametason dosis bertingkat per oral 30 hari terhadap kerusakan mukosa lambung tikus Wistar. Universitas Diponegoro.
Lin JH, Chiba M, Baillie TA. 1999. Is the role of the small intestine in first-pass metabolism overemphasized. Pharmacol Rev 51: 135-158.
Paine MF, Shen DD, Kunze KL, Persins JD, Marsh CL, McVicar JP, Barr DM, Gillies BS, Thummel KE. 1996. First-pass metabolism of midazolam by the human intestine. Clin Pharmacol Ther 60: 14-24.
Renwick AG, George CF. 1989. Metabolism of xenobiotics in the gastrointestinal tract, in intermediary xenobiotic metabolism in animals: methodology, mechanisms and significance. Taylor & Francis, London, pp: 13-40.
Ranta F, Avram D, Berchtolf S, Dufer M, Drews G, Lang F, Ullrich S. 2006. Dexamethasone induces cell death in insulin-secreting cells, an effect reversed by exendin-4. USA. American Diabetes Association.
Ridho MR. 2010. Pengaruh pemberian deksametason dosis bertingkat per oral 30 hari terhadap kerusakan tubulus ginjal tikus Wistar. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro.
Samsuri, Rahardjo, Sudjarwo. 2011 . The influences of dexamethasone sodium phosphate to insulin and glucose level in young male rats body (Rattus norvegicus). Asosiasi Farmakologi dan Farmasi Veteriner Indonesia.
Sativani I. 2010. Pengaruh pemberian deksametason dosis bertingkat per oral 30 hari terhadap kerusakan sel hepar tikus Wistar. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro.
Stell RGD, Torrie JH. 1991. Principles and Procedures of Statistic. A Biomedical Approach. Second Edition. Tokyo: Mc. Grow Hill.
Wu CY, Benet LZ, Hebert MF, Gupta SK, Rowland M, Gomez DY, Wacher VJ. 1995. Differentiation of absorption and first-pass gut and hepatic metabolism in humans: Studies with cyclosporine. Clin Pharmacol Ther 58:492–497.
Diterbitkan
2017-02-08
##submission.howToCite##
WIJAYANTHI, Kadek Karina Dewi et al. Histopatologi Usus Halus Tikus Putih Jantan yang Diberikan Deksametason dan Vitamin E. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], feb. 2017. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/28732>. Tanggal Akses: 20 feb. 2026
Bagian
Articles

Kata Kunci

Kata Histopatologi; deksametason; vitamin E; antioksidan; usus halus

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

1 2 3 4 5 > >>