PENGARUH PEMBERIAN JUS KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) MELALUI AIR MINUM TERHADAP ORGAN DALAM ITIK BALI JANTAN
Abstrak
Sejak adanya pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada ternak dikarenakan diduga penggunaan antibiotik ini dapat menghasilkan residu yang mengendap didalam tubuh ternak, maka diperlukan alternatif feed additive alami, yang berupa kulit buah naga. Pengkajian ini bertarget guna mengamati dampak pembagian jus kulit buah naga dari air minum diorgan dalam itik sudah diselenggarakan di Desa Gulingan, Kabupaten Badung Kecamatan Mengwi, selama 8 minggu. Pengkajian ini memakai RAL/Rancangan Acak Lengkap mencakup 4 tindakan serta 5 ulangan maka ada 20 unit uji coba serta tiap ulangan mencakup 3 ekor itik bali jantan. Tindakan yang dibagikan berupa itik yang diberikan air minum tanpa jus (P0), untuk itik yang dibagikan 6% jus dari air minum (P1), itik yang dibagikan 8% jus dari air minum (P2), serta itik yang dibagikan 10% jus dari air minum (P3). Pengkajian ini mengamati variabel yang mencakup persentase hati, jantung, pankreas, empedu, usus halus, limpa, serta panjang usus halus. Perolehan pengkajian menampilkan bila pembagian jus kulit buah naga untuk taraf 6%, 8%, serta 10% tidak berdampak nyata (P>0,05) pada persentase empedu, hati, usus halus, limpa, juga panjang usus halus. Melainkan untuk pembagian jusnya 6% dari air minum nyata (P<0,05) menaikkan persentase jantung juga meminimalisir persentase pankreas. Simpulannya bila ditambahkanya jus kulit buah naga hingga taraf 10% dari air minum tidak berdampak negative pada organ di itik bali jantan.

