Evaluasi Ekologis Dan Sosial Kegiatan Budidaya Rumput Laut Di Desa Lembongan

Main Article Content

I Wayan Arthana

Abstract

Nusa Lembongan yang terletak di bagian Tenggara Bali, telah mengalami transformasi signifikan dalam kegiatan perekonomiannya, khususnya di bidang budidaya rumput laut. Selama pandemi COVID-19, kegiatan budidaya rumput laut kembali bangkit yang sebelumnya ditinggalkan, sebagai alternatif untuk bertahan hidup. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi secara ekologis dan budaya perkembangan usaha budidaya rumput laut di Nusa Lembongan. Kawasan pesisir yang dulunya kosong mulai dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut tetapi muncul permasalahan terkait penyakit dan hama ikan. Pertumbuhan rumput laut lebih menguntungkan di perairan Desa Lembongan dibandingkan di Desa Telatak. Perairan Desa Lembongan umumnya lebih dalam dibandingkan perairan Telatak, sehingga memberikan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan rumput laut karena terlindung dari sinar matahari yang terik dan suhu tinggi, terutama saat air surut. Perluasan budidaya rumput laut, meskipun menjanjikan secara ekonomi, telah memberikan tekanan ekologis terhadap flora lamun di perairan Nusa Lembongan. Hasil panen rumput laut menurun karena kondisi cuaca buruk, angin kencang, dan keberadaan spesies alga Ulva sp dan alga berserabut Chaetomorpha crassa. Tidak ada ritual khusus yang dilakukan saat memulai aktivitas budidaya, praktik upacara hanya dilakukan di Pura Segara pada saat perayaan piodalan. Ada interaksi yang kompleks antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir ini.

Article Details

How to Cite
ARTHANA, I Wayan. Evaluasi Ekologis Dan Sosial Kegiatan Budidaya Rumput Laut Di Desa Lembongan. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek), [S.l.], v. 8, n. 1, p. 100-110, dec. 2023. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/senastek/article/view/107760>. Date accessed: 21 feb. 2024.
Section
Articles

References

[1] Arthana, I Wayan, D.B. Wiyanto dan I Wayan G.A. Karang. 2014. Kajian Komprehensif Produktivitas Usaha Budidaya Rumput Laut Di Bali. Konferensi Nasional IX, Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil Surabaya, Jawa Timur, 19-23 November 2014
[2] Arthana I Wayan., D.B. Wiyanto., I W.G.A. Karang., N.M. Ernawati dan S.A. Saraswati 2015. Upaya Perbaikan Produktivitas Usaha Budidaya Rumput Laut di Nusa Lembongan, Bali. Seminar Nasional Sains dan teknologi (Senastek), Kuta Bali 29-30 Oktober 2015
[3] DKP. (2004). Profil Rumput Laut Indonesia. Jakarta-Indonesia: Direktorat Jendral Perikanan Budidaya
[4] Shantika, B dan I G.A.O. Mahagganga. 2018. Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Pulau Nusa Lembongan. Jurnal Destinasi Pariwisata Vol. 6 No 1,: 177-183.
[5] Sjafrie, N.D.M., Hernawan, U.E., Prayudha, B., Supriyadi, I.H., Iswari, M.Y., Rahmat., Anggaraini, K. & Rahmawati, S.S. 2018. Status Padang Lamun Indonesia. P2OLIPI.
[6] Duarte, C.M., Tomas, S. & Marba, N. 2013. Assessing the CO2 capture potential of seagrass restoration projects. Journal of Applied Ecology, 50:1341–1349. doi: 10.11 11/13652664.12155.
[7] Mann, K.H. 2000. Ecology of Coastal Water : With Implication for Management. Blackwell Science, Inc. Massachusets.
[8] Zainuddin, M., D. Pringgenies., O.K Radjasa., H. Haeruddin., A. Sabdaningsih dan V.E. Verawati. 2022. Optimasi pH Dan Salinitas Media Kultur Terhadap Pertumbuhan Dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus Firmus Dari Ekosistem Padang Lamun Nusa Lembongan – Bali. Journal of Tropical Marine Science Vol 5 No 2.
[9] McKenzie, L. 2008. Seagrass Watch. Prosiding of Workshop for Mapping Seagrass Habitats in North East Arnhem Land, Northern Territory. Cairns. Australia. 9 – 16.
[10] Lanyon, J. 1985. Guide to the Identification of Seagrasses in the Great Barrier Reef Region. GBRMPA. Queensland Australia.
[11] Setiawan, F., Harahap, S. A., Andriani, Y., & Hutahaean, A. A. (2012). Deteksi perubahan padang lamun menggunakan teknologi penginderaan jauh dan kaitannya dengan kemampuan menyimpan karbon di Perairan Teluk Banten. Jurnal Perikanan Kelautan, 3(3).
[12] Alhanif, R. 1996. Komunitas Lamun dan Kepadatan Perifiton pada Padang Lamun di Perairan Pesisir Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Propinsi Bali. Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor. Skripsi Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Skripsi. Tidak dipublikasikan.
[13] Kurnia, M., M. Pharmawati dan D.S. Yusup. 2015. Jenis-Jenis Lamun Di Pantai Lembongan, Nusa Lembongan Dan Analisisnya Dengan Pcr Ruas rbcL. Simbiosis Vol 3 No 2.
[14] Negara, I.K.S., I.W.G.A. Karang dan I.N.G Putra. 2020. Simpanan Karbon Padang Lamun di Kawasan Pantai Nusa Lembongan, Klungkung, Bali. Journal of Marine Research and Technology Vol 3 No 2 : 82-89
[15] Kiswara, W., Erlangga D. K., M. Kawaroe, N.P. Rahadian. 2010. Transplanting Enhalus acoroides (L.F) Royle with Different Length of rhizome on the Muddy Substrate and high Water Dynamic at Banten Bay, Indonesia. Jurnal Mar. Res. Indonesia Vol. 35 No. 2
[16] Bhawana, K.W.A., E. Faiqoha dan I. G.N.P. Dirgayusa. 2019. Laju Penjalaran Rhizoma Lamun Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, dan Halodule uninervis yang Ditransplantasi di Serangan Utara, Bali. Journal of Marine Research and Technology, Volume 2 (1) : 23-27
[17] Riniatsih, I dan H. Endrawati. 2013. Pertumbuhan Lamun Hasil Transplantasi Jenis Cymodocea rotundata di Padang Lamun Teluk Awur Jepara. Buletin Oseanografi Marina Januari 2013. vol. 2 34 - 40
[18] Syam, A., J. Jafar dan S. Suhadiyah. 2019. Keanekaragaman dan Dominansi Ikan yang Berasosiasi Dengan Budidaya Rumput Laut dan Keramba Jaring Apung di Perairan Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Jurnal Galung Tropika Vol 8 No 1
[19] Ratnawati dan H. Batau. 2017. Pengaruh budidaya rumput laut terhadap makrozoobentos yang berasosiasi dengan lamun di desa punaga, kec. Mangara bombang, kab. Takalar . Jurnal ilmu kelautan spermonde vol. 3 no. 2
[20] Djunaid, R dan Setiawati, H. 2018 Gastropoda di Perairan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma sp) Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Bionature Vol 19, No 1 : 35-46
[21] Ginting, D.N.B. dan S. Arjasakusuma. 2021. Pemetaan Lamun Mengunakan Machine Learning Dengan Citra Planetscope Di Nusa Lembongan. Jurnal Kelautan Tropis November 2021 Vol. 24(3):323-332
[22] Morand, P., X. Briand, and R.H. Charlier. 2006. Anaerobic digestion of Ulva sp 3 liquefaction juices extraction by pressing and a technico economic budget. J. Appl. Phycol, 18:741–755.
[23] Listriyana, A dan A.D. Pahlewi. 2019. Diversifikasi Alga Ulva Menjadikripik Dan Krupuk Nori Di Desa Duwet Kecamatan Panarukankabupaten Situbondo. Integritas : Jurnal Pengabdian Vol 3 (2) : 74-81
[24] Hernanto, A.D., Rejeki, S dan A.R. Wisnu. 2015. Pertumbuhan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma cottoni Dan Gracilaria sp.) dengan Metode Long Line di Perairan Pantai Bulu Jepara. Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 2,
[25] Yudiastuti, K., I G.B. Siladharma dan N.L.P.R. Puspitha. 2018. Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp Melalui Budidaya IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) di Pantai Geger, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences 4(2), 191-203
[26] Mudeng, J. D., Kolopita, M. E., & Rahman, A. (2015). Kondisi Lingkungan Perairan Pada Lahan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Di Desa Jayakarsa Kabupaten Minahasa Utara. e-Journal Budidaya Perairan, 3(1), 172-186.
[27] Widowati, L.L., S. Rejeki., T. Yuniarti, dan R. W. Ariyati. 2015. Efisiensi Produksi Rumput Laut E. Cotonii dengan Metode Budidaya Long Line Vertikal sebagai Alternatif Pemanfaatan Kolom Air. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology), Vol.11 No.1 : 47-56.
[28] Dewi, A.P.W.K dan S.A. Saraswati. 2016. Pengembangan Usaha Budidaya Rumput Laut Di Pantai Kutuh, Badung, Provinsi Bali . Journal of Marine and Aquatic Sciences 2(1): 1–5
[29] Soenardjo, N. 2011. Aplikasi Budidaya Rumput Laut Eucheuma cottonii (Weber van Bosse) Dengan Metode Jaring Lepas Dasar (Net Bag) Model Cidaun. Buletin Oseanografi Marina vol.1 : 36 – 44