Resistensi Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung Mengenai Penertiban Pedagang Di Areal Pinggir Pantai Berawa Desa Tibubeneng
Abstrak
Penelitian ini menguraikan bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan oleh para pedagang pinggir Pantai Berawa Desa Tibubeneng dari diterapkannya kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung. Desa Tibubeneng merupakan salah satu desa pariwisata di kabupaten Badung, sehingga permasalahan mengenai ruang lingkup sektor pariwisata banyak terjadi di desa ini. Penelitian ini dilakukan di Desa Tibubeneng terkhususnya di Pantai Berawa dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian yang ditemukan bahwa dari diimplementasikannya kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung mengenai penertiban pedagang pinggir Pantai Berawa mendapatkan perlawanan. Dengan adanya perlawanan tidak terlepas dari faktor-faktor yang melatarbelakangi pemikiran dan tindakan para pedagang yaitu faktor internal yang terlihat dari bagaimana pedagang merasa sebagai warga lokal Desa Tibubeneng dan kondisi ekonomi para pedagang, sedangkan faktor eksternal berasal dari bagaimana para pedagang melihat peluang, letak strategis wilayah, dan pedagang menjadi satu kesatuan kelompok. Adapun bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan para pedagang pinggir Pantai Berawa yaitu tetap menggunakan bangunan semipermanen untuk berjualan, bersikap acuh tak acuh, rasa ketakutan pedagang hingga adanya intervensi, dan seolah-olah menerima kebijakan pemerintah. Dalam teori perlawanan James C. Scott mengenai konsep everyday forms of resistance yaitu perlawanan yang biasa-biasa saja tetapi terjadi terus menerus. Konsep tersebut terlihat pada bentuk-bentuk perlawanan para pedagang Pantai Berawa.