KINERJA DAN KOEFISIEN KERAGAMAN SIFAT-SIFAT PRODUKSI KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) DI KABUPATEN JEMBRANA, PROVINSI BALI

  • WARMADEWI D. A. Fakultas Peternakan Universitas Udayana
  • I. G. N. G. BIDURA Fakultas Peternakan Universitas Udayana
  • I. N. BUDIANA Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali
  • N. P. Y. MELATI Fakultas Peternakan Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/MIP.2023.V26.i01.p10

Abstrak




Program seleksi merupakan salah satu upaya perbaikan mutu genetik ternak dari suatu populasi yang memiliki variasi keragaman fenotipik tinggi. Besarnya keragaman fenotipik populasi diukur dengan menghitung koefisi- en variasinya (CV). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja dan koefisien keragaman sifat-sifat produksi kambing PE di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Penelitian dilakukan selama 6 bulan pada kelompok ternak kambing PE di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali dengan cara mengukur kinerja sifat produksi (tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, panjang telinga, dan bobot badan) pada kambing PE betina. Selanjutnya, hasil peng- ukuran dikelompokkan berdasarkan gigi (I0; I1; dan I2). Analisis data dilaksanakan secara deskriptif untuk men- dapatkan rataan sifat produksi kambing PE dan menghitung besarnya nilai CV. Hasil yang didapat adalah kinerja sifat produksi kambing PE betina pada kelompok umur I0; I1; dan I2 lebih tinggi dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 7352.1:2015) tentang Bibit Kambing Peranakan Ettawa. Nilai CV sifat produksi kambing PE betina pada kelompok umur I0 lebih beragam dibandingkan kelompok umur I1 dan I2. Dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan calon bibit induk unggul kambing PE sesuai SNI 7352.1:2015 tentang bibit kambing Peranakan Ettawa, maka seleksi dapat dilakukan mulai pada kelompok umur I0.




##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. 2020. Provinsi
Bali dalam Angka. Denpasar.
Batubara, A., R.R. Noor, A. Farajallah, dan B. Tiesnamur-
ti. 2013. Keragaman genetik DNA Y-kromosom pada enam rumpun kambing lokal Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Vete- riner, September 3-5, 2013. 316-325.
Devendra, C. and G.B. McLeroy. 1994. Goat and Sheep Production in the Tropic. Longman, New York.
Falconer, D.S. and T.F.C. Mackay. 1996. Introduction to Quantitative Genetics. Longman.
Hanafiah, K.A. 1991. Rancangan Percobaan: Teori dan Aplikasi. Cetakan ke-5. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta Utara.
Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. PT. Grasindo. Jakarta
Hilmia, N. 2012. Heritabilitas sifat-sifat reproduksi sapi Fries Holland. Jurnal Ilmu Ternak. 7(2):65-75.
Kurnianto, E., S. Johari, dan H. Kurniawan. 2007. Kom- ponen ragam bobot badan kambing peranakan etawa di balai pembibitan ternak Kambing Sum- berrejo Kabupaten Kendal. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 32(4):89-96
Kustanti, N.O.A. 2016. Perbedaan ketinggian tempat terhadap pertambahan bobot badan kambing Per- anakan Etawa (PE) jantan lepas sapih. Jurnal Aves. 10(2):36-45
Kusuma, I.K.N., I.B.G. Pertama, I.G.N.G. Bidura, and I.K. Puja. 2019. Profile of inseminators and inse- mination practices in Bali, Indonesia. Res. J. Vet. Pract. 7(3): 63-66.
Lasley, L.J. 1978. Genetics of Livestock Improvement. 3rd Ed. Prentice Hall Inc. Englewood Cliffs. New Jersey. Martojo, H. dan S.S. Mansjoer. 1985. Ilmu Pemuliaan
Ternak. Sisdiksat Intim. Jakarta
Nafiu, L.O., M.A. Pagala, dan S.L. Mogiye. 2020. Ka-
rakteristik produksi Kambing Peranakan Etawa dan Kambing Kacang pada sistem pemeliharaan berbeda di Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peter- nakan. 8(2): 91-96.
Noor, R.R. 2010. Genetika Ternak. Edisi ke-6. Penebar Swadaya. Jakarta
Pakpahan, S, W.T. Artama, R. Widayanti, dan I.G. Supar- ta. 2015. Genetic variations and the origin of native Indonesian goat breeds baseds on mtDNA D-Loop sequences. Asian J. Anim. Sci. 9:341-350.
Pakpahan, S., W.T. Artama, R. Widayanti, dan I.G.S. Bu- disatria. 2018. Genetic variation of Benggala goats in west Manggarai regency based on random amplified polymorphic DNA method. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia 5(2):222-229.
Prajoga, S.B.K. 2012. Pengaruh silang dalam pada esti- masi respon seleksi bobot sapih kambing Peranakan Etawa (PE), dalam populasi terbatas. Jurnal Ilmu Ternak. 7(2):170-17.
Santoso, P. 2010. Karakteristik Kambing Kacang di In- donesia. IPB. Bogor.
Warmadewi, D.A., I.N. Ardika, I.G.A.A. Putra, and I.G.N.G. Bidura. 2020. The variation of phenotypics Bali cattle in Bali Province, Indonesia. Int. J. Fauna Biol. Stud. 7(4):44-47.
Warmadewi, D.A., I.N. Ardika, I.G.A.A. Putra, I.N. Bu- diana, and I.G.N.G. Bidura. 2019. Selection of Bali Cattle as a bull in Nusa Penida Island-Bali, Indone- sia based on its performance and breeding value. J. Biol. Chem. Res. 36(2):95-99.
Diterbitkan
2023-06-28
##submission.howToCite##
D. A., WARMADEWI et al. KINERJA DAN KOEFISIEN KERAGAMAN SIFAT-SIFAT PRODUKSI KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) DI KABUPATEN JEMBRANA, PROVINSI BALI. Majalah Ilmiah Peternakan, [S.l.], v. 26, n. 1, p. 60-63, june 2023. ISSN 2656-8373. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/mip/article/view/103470>. Tanggal Akses: 10 july 2026 doi: https://doi.org/10.24843/MIP.2023.V26.i01.p10.