Pengaruh Peningkatan Temperatur Karbonisasi Terhadap Karakteristik Struktur Pori Pada Bambu Betung
Abstract
Abstrak
Dalam usaha mendapatkan tingkat kenyamanan, digunakan sistem air conditioning (AC) yang berbasis kompresor yang memerlukan jumlah energi listrik yang sangat besar dan dapat meningkatkan pemanasan global. Maka dari itu, diperlukan sistem pendingin yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Salah satu sistem pendingin alternatif tersebut adalah sistem direct evaporative cooling. Dalam sistem direct evaporative cooling, efek pendinginan diberikan oleh proses penguapan yang terjadi pada material pad yang telah terbasahi oleh air. Material pad itu sendiri digunakan untuk aplikasi sistem pendingin evaporative, sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan temperatur karbonisasi terhadap karakteristik struktur pori, porositas dan tegangan permukaan fluida pada bambu betung. Sebagai bahan baku, bambu dapat menghasilkan arang berpori dengan luas permukaan spesifik yang tinggi dan porositas yang tinggi. Digunakan temperatur karbonisasi 500ºC (T1), 600ºC (T2), 700ºC (T3), dan 800ºC (T4). Hasil dari seluruh pengujian menunjukkan bahwa spesimen T4 (800ºC) memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan material pad baru pada sistem direct evaporative cooling. Dengan karakteristik sebagai berikut: spesimen T4 memiliki jari-jari pori, 36.97 ?m dengan jumlah 134 pori dan relatif lebih homogen.
Kata kunci: Direct evaporative cooling, bambu betung, karbonisasi, dan struktur pori.