GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
Abstract
Kanker nasofaring di Indonesia menempati urutan keempat menjadi penyakit kanker terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Perjalanan kanker nasofaring yang panjang dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik menyebabkan kanker ini biasanya terdiagnosis pada stadium lanjut menjadikan salah satu alasan peneliti melakukan penelitian tentang gambaran faktor risiko pasien kanker nasofaring. Subjek penelitian ini adalah 222 pasien rawat inap kanker nasofaring di Rumah Sakit Umum Pusat Prof Ngoerah Denpasar Tahun 2021. Penulis menjadikan data rekam medis pasien kanker nasofaring sebagai sumber penelitian. Hasil pengambilan data diproses menggunakan perangkat microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sampel data dari 222 pasien kanker nasofaring adalah pasien terbanyak dengan rentang usia 46 – 55 tahun. Jenis kelamin memengaruhi kanker nasofaring. Jumlah pasien pria dua kali lipat dibandingkan pasien wanita. Pasien kanker nasofaring mempunyai indeks massa tubuh mayoritas tergolong normal. Pasien kanker nasofaring datang dengan riwayat keluhan benjolan di leher, sakit kepala, dan telinga mendengung. Hasil penelitian menujukkan genetika, merokok, dan minum alkohol tidak berpengaruh pada penyakit kanker nasofaring. Stadium mayoritas pasien kanker nasofaring adalah stadium III dengan pengobatan mayoritas kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Diagnosis laboratorium patologi anatomi mayoritas adalah non keratinzing squamous cell carcinoma, undifferentiated subtype.
Kata kunci: Faktor Risiko., Karakterisktik., Kanker Nasofaring.