Modifikasi Kotak Polistiren untuk Penyimpanan Dingin Sayur Kubis dengan Menggunakan Es Kering sebagai Media Pendingin

  • Bagus Made Brahmanda Diputra Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Putu Gede Budisanjaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Abstract

ABSTRAK


Penelitian telah dilakukan pada kotak modifypolystyrene sebagai kotak pengiriman kubis segar menggunakan es kering sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kotak yang dimodifikasi untuk mengetahui kotak yang paling cocok dimodifikasi untuk menjaga kesegaran sayuran. Kotak polystyrene yang dimodifikasi dibuat dengan memisahkan kotak menjadi dua kompartemen, satu kompartemen untuk menempatkan es kering sebagai media pendingin, dan kompartemen lain untuk menyimpan kubis segar. Itu dibuat lima jenis kotak dimodifikasi, dua jenis media pendinginan mondar-mandir di bawah sayuran segar, sedangkan jenis sisanya menempatkan media pendingin di atas sayuran. Tes yang dilakukan selama 7 jam terdiri dari suhu di sekitar kotak, suhu di dalam kotak, dan suhu pusat kubis segar. Pengukuran lain yang dilakukan adalah berat es kering yang digunakan selama penyimpanan dingin, penurunan berat kubis segar, pengamatan visual kerusakan kubis segar, dan perhitungan keseimbangan energi. Menempatkan es kering di bawah kubis segar menyebabkan suhu tengah kubis segar jauh di atas suhu penyimpanan yang disarankan, 0oC, sementara menempatkan media pendingin di atas sayuran memberi dampak negatif pada sayuran di mana suhu tengah kubis segar di bawah 0oC untuk dua jenis kotak yang dimodifikasi, kecuali es kering yang ditempatkan di baskom yang terbuat dari piring zink. Berdasarkan perhitungan energi, terungkap bahwa hampir lebih dari 75% energi pendingin digunakan untuk mengatasi beban pendinginan di sekitarnya. Ditemukan bahwa kotak modifikasi yang paling cocok untuk menyimpan kubis segar adalah jenis kelima.


 


 ABSTRACT


Research had been carried out to modify polystyrene box as fresh cabbage delivery box using dry ice as a cooling medium. The research aims were to find out the most suitable model box to maintain the freshness of the vegetables. Modified polystyrene box was made by separating the box into two compartments, one compartment for placing dry ice, and another compartment for storing the fresh cabbage. The box was modified into five types which consisted of two types of the box where the cooling medium was placed below the fresh vegetable, while for the rest, the cooling medium was placed above the vegetable. The tests were performed for 7 hours with the hourly observation that consisted of the temperature surrounding the model box, temperature inside the box, and temperature of the center of the fresh cabbage. Other conducted measurements were the weight of dry ice used during cold storage, weight loss of fresh cabbage, visual observation on the deterioration of the fresh cabbage, and energy equilibrium calculation. Placing dry ice below the fresh cabbage caused the center temperature of the fresh cabbage to far above the recommended storing temperature, 0oC, while placing the cooling medium above the vegetable gave a negative impact on the vegetable where the center temperature of the fresh cabbage was below 0oC for the two types of model boxes, except for the fifth type box where dry ice was placed in a basin made of zink plate. Based on energy calculation it was revealed that almost more than 75% of cooling energy was used to overcome the surrounding cooling load. It was found that the most suitable model box for storing the fresh cabbage was the fifth type.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acedo Jr., A.L. 2010. Postharvest Technology for Leafy Vegetables. AVRDC-The World Vegetable Center, Shanhua.

ASHRAE. 2014. 2014 ASHRAE Handbook: Refrigeration SI Edition. American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers, Inc., Atlanta.

ASHRAE. 2006. 2006 ASHRAE Handbook: Refrigeration Inch-Pound Edition. American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers, Inc., Atlanta.

BPS. 2020. Provinsi Bali dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik, Denpasar.

Cantwell, M. dan T. Suslow. 2006. Cabbages (Round and Chinese types): Recommendations for maintaining postharvest quality. UC Davis Postharvest Technology Research Information Center.

Chakraverty, A., A.S. Mujumdar, G.S.V. Raghavan, H.S. Ramaswamy. 2003. Handbook of Postharvest Technology: Cereal, Fruits, Vegetables, Tea, and Spice. Marcel Dekker, Inc., New York.

Cengel, Y.A. 2002. Heat Transfer A Practical Approach. McGraw-Hill, New York.

FAO. 2011. Global Food Losses and Food Waste: Extent, Causes, and Prevention. FAO, Roma.

Kitinoja, L. dan J.F. Thompson. 2010. Pre-cooling systems for small-scale producers. Stewart Postharvest Rev. 6:1–14.

Muin, A. 2017. Sistem lemari pendingin sayuran sederhana dengan media es batu. Jurnal Desiminasi Teknologi. 5(2),146-151

Montgomery, D.C. dan G.C. Runger. 2014. Applied Statistics and Probability for Engineers. John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.

Putra, I.S. 2014. Studi kelayakan pengadaan mobile coolbox dalam rangka mendukung pengembangan eksport kubis. J Social Economic Arigulcure and Agribusiness. 3(2):-.

Prusky, D. 2011. Reduction of the incidence of postharvest qulity losses, and future prospects. Food Sec. 3:463-474.

Sagas, E.Y., F. Wenur, L.C.Ch.E. Lengkey. 2015. Kajian penggunaan kotak pendingin menggunakan hancuran es untuk distribusi pak choi (Brassica rapa). Cocos. 6(15):-.

Sheel, S. 2014. Logisteics in Packaging, Storage and Transportation of Horticultural Produces: Perspective Bangladesh. Paper presented in the International Conference on “Logistics and Supply Chain Management in Food Industry, 2014”. January, 25 2014, Bangladesh University of Engineering and Technology (BUET), Dhaka.

Takaendengan, V., I. Longdong dan F. Wenur. 2015. Kajian perubahan mutu kubis (Brassica oleracea var gran 11) dalam kemasan plastik selama penyimpanan. Cocos. 6(17)

Toledo, R.T. 2007. Fundamentals of Food Process Engineering. Springer Science+Business Media, LLC, New York.

Vigneault C., J. Thompson, S. Wu, K.P.C. Hui dan D.I. LeBlanc. 2009. Transportation of fresh horticultural produce. Postharvest Technologies for Horticultural Crops. 2:1-24.

Wisnuwardhani, P., Lestari, D. A. H., & Santoso, H. (2015). Motivasi Konsumen Membeli Kubis Segar di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 3(2).
Published
2021-09-29
How to Cite
BRAHMANDA DIPUTRA, Bagus Made; GUNADNYA, Ida Bagus Putu; BUDISANJAYA, I Putu Gede. Modifikasi Kotak Polistiren untuk Penyimpanan Dingin Sayur Kubis dengan Menggunakan Es Kering sebagai Media Pendingin. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), [S.l.], v. 9, n. 2, p. 212-222, sep. 2021. ISSN 2502-3012. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/beta/article/view/62760>. Date accessed: 27 sep. 2022. doi: https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p08.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>