Religiusitas, Persepsi Korupsi Pajak Pelayanan Fiskus dan Kepatuhan Wajib Pajak

  • I Gst Ngurah Agastya Mahasurya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Indonesia
  • I Ketut Budiartha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Indonesia

Abstract

This study aims to examine the effect of religiosity, perceptions of tax corruption, and the tax authorities on individual taxpayer compliance. This research was conducted at the Tabanan Primary Tax Service Office in Bali. The data analysis method used is multiple linear regression. The sample in this study was WPOP registered at Tabanan Primary Tax Office with 100 respondents. The method of determining the sample using convenience sampling, and data collected using a questionnaire. Based on the results of the study showed that religiosity, perceptions of tax corruption, and fiscal services affect the compliance of individual taxpayers in the Tabanan Primary Tax Office. This shows that religiosity, perceptions of tax corruption, and fiscal services can help taxpayers to carry out their tax compliance obligations.


Keywords: Religiosity; Perception of Tax Corruption; Fiscus Services; Personal Taxpayer Compliance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhimatra, A. A. G. W., & Noviari, N. (2018). Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Timur. Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 25(1), 717–744.

Basri, Y. M., & Surya, R. A. S. (2016). Pengaruh Keadilan, Norma Ekspektasi, Sanksi Dan Religiusitas Terhadap Niat Dan Ketidak Patuhan Pajak. Akuntabilitas, 7(3), 162–176. https://doi.org/10.15408/akt.v7i3.2733

Chau, G., & Leung, P. (2009). A critical review of Fischer’s tax compliance model: A research systhesis. International Accounting, Auditing and Taxation, 1(2), 34–40.

Mahendra, P. P., & Sukartha, I. M. (2014). Pengaruh Kepatuhan, Pemeriksaan, dan Penagihan Pajak Pada Penerimaan Pajak Penghasilan Badan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 9(3), 1–20.

Mohdali, R., & Pope, J. (2013). The influence of religiosity on taxpayers’ compliance attitudes : Empirical evidence from a mixed-methods study in Malaysia. Accounting Research Journal, 27(1), 71 – 91.

Palda, F., & Hanousek, J. (2002). Quality of Government Services and the Civic Duty to Pay Taxes in the Czech and Slovak Republics, and other Transition Countries. Accounting and Finance, 1(1), 1–20.

Puri, K. A. (2014). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Kegiatan Usaha Dan Pekerjaan Bebas. Jurrnal Univesitas Muhammadiyah Surakarta, 1(1), 1–20.

Putra, F. R. (2011). Dampak Kasus Penggelapan Pajak di Indonesia terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Kota Padang. Universitas Putra Indonesia Padang.

Rachmania, F. (2016). Pengaruh Persepsi Korupsi Pajak Dan Kualitas Pelayanan Fiskus Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang Terdaftar di KPP Pratama Batu). Jurnal Perpajakan (JEJAK), 10(1), 1–20.

Raihan, A. D., & Hudayati, A. (2018). Pengaruh Norma Subyektif, Keadilan Perpajakan, Religiusitas, Dan Self Efficacy Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Simposium Nasional Akuntansi XXI, 1(1), 1–27.

Safitri, D., & Tambun, S. (2017). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak Dan Persepsi Korupsi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Kepercayaan Masyarakat Sebagai Variabel Moderating. Media Akuntansi Perpajakan, 2(2), 23–33. Retrieved from http://journal.uta45jakarta.ac.id/index.php/MAP/article/view/1094

Salsabila, N. U. (2018). Pengaruh Religiusitas, Nasionalisme, Kepercayaan Pada Otoritas, Dan Tax Amnesty Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Empiris Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surakarta). Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Sari, D. P. (2011). Persepsi Wajib Pajak terhadap Dunia Perpajakan Indonesia setelah Fenomena Kasus “Gayus Tambunan” dengan Pende-katan Triangulasi. Simposium Nasional Akuntansi XIV, 1(1), 1–20.

Susanto, J. N. (2013). Pengaruh Persepsi Pelayanan Aparat Pajak, Persepsi Pengetahuan Wajib Pajak, dan Persepsi Pengetahuan Korupsi terhadap Kepatuhan: Kajian Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang Memiliki Usaha di Kota Purbalingga Kecamatan Mayangan. Jurnal Akunatansi, 1(1), 1–20.

Togler, B. (2005). Direct Democracy and Tax Morale. European Journal of Political Economy, 21(3), 525–531.

Utama, A. (2016). Pengaruh religiusitas terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak orang pribadi di provinsi DKI Jakarta. Jurnal Lingkar Widyaiswara, 3(2), 1–13.

Widagsono, S. (2017). Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Sanksi, dan Religiusitas terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus pada KPP Pratama Kepanjen). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Widyana, D. P. G., & Putra, I. N. W. A. (2020). Pengaruh Kesadaraan Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. E-Jurnal Akuntansi, 21(1), 1–9.

Widyastuti, E. (2015). Pengaruh Tingkat Pemahaman Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan Fiskus, Sanksi Perpajakan, dan Lingkungan Wajib Pajak Terhadap Tingkat KepatuhanWajb Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Surakarta. Univesitas Muhammadiyah Surakarta.

Wilda, F. (2015). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan WPOP Yang Melakukan Kegiatan Usaha dan Pekerjaan Bebas di Kota Padang. 1–22.
Published
2020-11-28
How to Cite
MAHASURYA, I Gst Ngurah Agastya; BUDIARTHA, I Ketut. Religiusitas, Persepsi Korupsi Pajak Pelayanan Fiskus dan Kepatuhan Wajib Pajak. E-Jurnal Akuntansi, [S.l.], v. 30, n. 11, p. 2713 - 2723, nov. 2020. ISSN 2302-8556. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/akuntansi/article/view/57244>. Date accessed: 07 oct. 2022. doi: https://doi.org/10.24843/EJA.2020.v30.i11.p01.
Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>