Penerapan Keamanan Jaringan Menggunakan Sistem Snort dan Honeypot Sebagai Pendeteksi dan Pencegah Malware

indonesia

  • Agus Riki Gunawan Managemen Bisnis Telekomunikasi
  • Nyoman Putra Sastra Universitas Udayana
  • Dewa Made Wiharta Universitas Udayana

Abstract

Intisari-  Sistem komputer yang terkoneksi jaringan internet beresiko terhadap ancaman atau serangan. Sistem Snort dan Honeypot merupakan sistem kemanan berlapis yang dimana jaringan internal akan di awasi selama 24 jam setiap harinya, sehingga jika terdapat data masuk yang mencurigakan sistem akan memberikan informasi otomatis bahwa adanya serangan berupa malware atau hacker. Snort dapat mendeteksi dan menyimpan 250519 jumlah data dengan 27 atribut yang disediakan Snort secara default. Honeypot dapat mendeteksi dan menyimpan sebanyak 248.574 data yang dimana tercatat 10 jenis serangan. System honeypot mendeteksi 10 jenis serangan yang berbeda dengan IP address pada setiap serangan. Dari 10 jenis serangan diambil 5 jenis serangan terbesar dan 5 IP address terbesar pada setiap jenis serangan. Sehingga fungsi sistem snort dan honeypot telah dapat mendeteksi adanya serangan serta menyimpan data penyerang pada sistem, dan dapat berjalan secara bersamaan pada satu jaringan. 


Kata kunci : Snort IDS, Honeypot, Keamanan Jaringan, Malware

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Black,Scott. 2013. “Malware, Spyware, Adware, And Viruses”. USA:Clark College
[2] Mawudor, Bright G. 2015. Continuous Monitoring Methods as a Mechanism for Detection and Mitigation of Growing Threats in Banking Security Systems” Korea:https://www.researchgate.net/publication/307801986
[3] Julianto, Sulistiono. 2006. Honeypot sebagai alat bantu pendeteksi serangan pada sistem pengolahan keamanan jaringan. Depok:Universitas Gunadarma.
[4] Arief, Rudiyanto M. 2005. “Penggunaan sistem IDS untuk pengamanan jaringan dan computer”. Yogyakarta: STMIK Amikom.
[5] Nugroho, Ardianto Setyo. 2013. Analisis Dan Implementasi Honeypot Menggunakan Honeyd Sebagai Alat Bantu Pengumpulan Informasi Aktivitas Serangan Pada Jaringan.Institut Sains & Teknologi. Yogyakarta: AKPRIND.
[6] Kramer, S., & Bradfield, J. C. 2010. A general definition of malware. Journal in Computer Virology, 6(2), 105–114. http://doi.org/10.1007/s11416-009- 0137-1
[7] Cahyanto, Triawan A. 2017. Analisis dan Deteksi Malware Menggunakan Metode Malware Analisis Dinamis dan Malware Analisis Statis. Jember:JUSTINDO.
[8] M. Kalash, M. Rochan, N. Mohammed, N. D. B. Bruce, Y. Wang, and F. Iqbal. 2018. Malware Classification with Deep Convolutional Neural Networks,” 2018 9th IFIP Int. Conf. New Technol. Mobil. Secur., pp. 1–5, 2018.
[9] Raditya A.H. 2015. Implementasi Honeypot Untuk Mengungkap Pola Port Scanning Attack Dalam jaringan. Yogyakarta. Univesitas Gajah Mada
[10] Shinta Dewi I.A. 2020. Analisis Data Log IDS Snort dengan Algoritma Clustering Fuzzy C-Means. Bali:Universitas Negeri Udayana.
[11] P. L. Restanti. 2014. Analisis Kolaborasi IDS Snort dan Honeypot. Semarang:Universitas Dian Nuswantoro
[12] Scarfone, Karen,Peter Mell. 2007. Guide to Intrusion Detection and Prevention Systems (IDPS).US:NIST
[13] Jutono Gondohanindijo. 2011. Sistem Untuk Mendeteksi Adanya Penyusup (IDS Intrusion Detection System).Semarang:Majalah Ilmiah Informatika.
[14] E.K.Dewi. 2016. Model rancangan Keamanan Jaringan Dengan Menggunakan Proses Forensik. Kediri:Jurnal Maklumatika.vol.2, p.34.
[15] Mustofa, Muh M. 2013. Peneapan Sistem Keamanan Honeypot dan IDS Pada Jaringan Nirkabel (Hotspot). Yogyakarta.Jurnal Sarjana Teknik Informatika
[16] Akhriana A. 2019. “Web App Pendeteksi Jenis Serangan Jaringan Komputer dengan Memanfaatkan Snort Dan Log Honeypot”. Makasar:STMIK
[17] Spitzner, Lance. 2002. Honeypots: Tracking Hackers. Addison-Wesley Professional
[18] F. Utdirartatmo. 2005. Trik Menjebak Hacker Dengan Honeypot. Yogyakarta:Andi.
[19] Yulianto, Fazmah Arif. 2003. Honeypot Sebagai Alat Bantu Pendeteksian Serangan pada Jaringan Komputer. Indonesia : ITB
[20] Mustofa,M.M dan Aribowo,E. (2013). Penerapan Sistem Keamanan Honeypot Dan IDS Pada Jaringan Nirkabel (Hotspot).Yogyakarta:.Jurnal Sarjana Teknik Informatika
Published
2021-03-01
How to Cite
GUNAWAN, Agus Riki; SASTRA, Nyoman Putra; WIHARTA, Dewa Made. Penerapan Keamanan Jaringan Menggunakan Sistem Snort dan Honeypot Sebagai Pendeteksi dan Pencegah Malware. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, [S.l.], v. 20, n. 1, p. 81-88, mar. 2021. ISSN 2503-2372. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/JTE/article/view/69655>. Date accessed: 04 july 2022. doi: https://doi.org/10.24843/MITE.2021.v20i01.P09.