UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH INDONESIA : KAJIAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH

  • I Wayan Gayun Widharma Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana.Bali.
  • I Made Kembar Sri Budhi Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana.Bali.
  • Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana.Bali.

Abstract

ABSTRAK

Pembayaran kembali utang luar negeri dan bunganya meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya jumlah akumulasi utang luar negeri, sehingga membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beban utang pada akhirnya memperburuk kondisi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerimaan pajak tidak langsung dan defisit anggaran pada utang luar negeri melalui pengeluaran pembangunan, pengaruh tidak langsung dari defisit anggaran dan pembayaran utang luar negeri dengan utang luar negeri melalui pertukaran dolar dan langsung menentukan pengaruh pengeluaran pembangunan, nilai tukar dolar, utang luar negeri tahun sebelumnya terhadap utang luar negeri pemerintah.

Variabel dianalisis dengan menggunakan analisis jalur untuk menentukan dampak langsung dan tidak langsung dari variabel dalam model pembelajaran. Pengujian validitas model dengan menggunakan koefisien determinasi total dan teori triming untuk menentukan besarnya variasi dalam utang luar negeri yang dapat dijelaskan oleh variabel eksogen nya. Data diambil membentuk mempublikasikan BPS, Kemenkeu dan BI.

Berdasarkan hasil regresi, ditemukan bahwa efek dari penerimaan pajak untuk utang luar negeri pemerintah melalui pengeluaran pembangunan sebesar 24,4 persen dan menjadi variabel yang paling dominan di antara variabel-variabel yang secara tidak langsung mempengaruhi utang luar negeri pemerintah. Pengaruh pengeluaran pembangunan total utang luar negeri pemerintah sebesar 25,2 persen. Pengaruh nilai tukar dollar terhadap total tingkat utang luar negeri pemerintah sebesar 26,3 persen. Pengaruh utang luar negeri total tahun sebelumnya terhadap utang luar negeri pemerintah sebesar 39,5 persen dan merupakan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi utang luar negeri pemerintah.

Untuk mengurangi beban utang luar negeri di masa mendatang pemerintah harus meningkatkan penerimaan pajak agar dapat membiayai anggaran seluruh negara dan menghentikan kebijakan menutup utang lama dengan utang baru, utang luar negeri yang diambil dapat digunakan untuk produktif tindakan yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

ABSTRACT

 

The repayment of of foreign debt and its interest became an increasing burden from year to year in line with the increasing of accumulated amount of foreign debt, thus burdening the State Budget (Budget). The burden of debt in the end worsen the condition of the community. The purpose of this study was to determine the effect of indirect tax revenues and the budget deficit on foreign debt through the development expenditure, the indirect effect of the budget deficit and repayments of foreign debt to the foreign debt through the exchange of dollars and directly determine the effect of development spending, dollar exchange rate, foreign debt a year earlier against the government's foreign debt.

Variables were analyzed by using path analysis to determine the direct and indirect effects of variables in the model study. Testing the validity of the model using the coefficient of total determination and triming theory to determine the magnitude of variation in foreign debt that can be explained by the its exogen variable. Data is taken form the publish of BPS, Kemenkeu and BI.

Based on the result of regression, it is found that the effect of tax revenue to the government's foreign debt through the development expenditure amounted to 24.4 percent and became the most dominant variable among the variables that indirectly affect the government's foreign debt. Effect of total development expenditure of the government's foreign debt amounted to 25.2 percent. Effect of total dollar exchange rate against the government's foreign debt amounted to 26.3 percent. Effect of total foreign debt a year earlier against the government's foreign debt amounted to 39.5 percent and it is the most dominant variable that affect on the government's foreign debt.

To reduce the burden of foreign debt in the future the government should increase tax revenue in order to be able to finance the entire state budget and stop the policy of closing the old debt with new debt, external debt that is taken can be used for productive measures that can bring prosperity to the community.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.
How to Cite
WIDHARMA, I Wayan Gayun; SRI BUDHI, I Made Kembar; NGURAH MARHAENI, Anak Agung Istri. UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH INDONESIA : KAJIAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, [S.l.], feb. 2013. ISSN 2337-3067. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/EEB/article/view/3206>. Date accessed: 04 feb. 2023.
Section
Articles

Keywords

foreign debt, government spending, exchange rate, deficit financing