Keanekaragaman Makrozoobetos Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali

Macrozoobetic Diversity as a Bioindicator of Water Quality in Ngurah Rai Grand Forest Park, Bali

  • Ari Isnen Sobari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana
  • Ni Luh Watiniasih Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana
  • Dewa Ayu Angga Pebriani Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana

Abstract

Ngurah Rai Forest Park (Tahura) is one of the mangrove ecosystem areas in Bali which is an area of brackish forest type. Ngura Rai Tahura is based on administration in two city districts namely Badung and Denpasar. The Tahurah Ngurah Rai area is surrounded by housing, restaurants, hotels, malls, and shops as centers of community activities that have the potential to cause disruption to the balance of the aquatic ecosystem. The purpose of this research is to determine the diversity of macrozoobenthos and the condition of water quality in the mangrove ecosystem area in Tahura Ngurah Rai, Bali. This research uses a descriptive quantitative method that is exploratory in order to obtain facts of the conditions that exist through surveys in the field and identification in the laboratory. The sampling technique used was purposive sampling with transect quadrant measuring 1 x 1 m with teransek determination area of 5 m x 5 m. Sampling was carried out at four stations which included macrozoobenthos samples, measurement of water quality parameters (temperature, salinity, pH, DO, turbidity), and analysis of water-based substrates performed visually. Data from research conducted at three different locations in the Ngurah Rai Tahura mangrove ecosystem area found 55 species with a total abundance at station 1 6.68 ind / m2, station 2 4.52 ind / m2, station 3 3.55 ind / m2 from the class Gastropoda, Crustacea, Bivalvia, and Polychaeta.. Diversity index at the three stations is classified as moderate level with water conditions that have experienced pressure or disturbance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brower, J., J. Zar, C.V. Ende, K. Kane. 1990. Field and laboratory methods for general ecology. Edisi ke-3. America: Wm. C. Brown Publishers.
Carpenter, K.E. & Niem, V.H. 1998. The Living Marine Resource of the Western Central Pacific Seaweeds, Corals, Bivalves and Gastropods. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome, Italy.
Dharma, B. 1988. Siput dan Kerang Indonesia. PT Sarana Graha. Jakarta.
Effendi, H. 2000. Telaah Kualitas Air. Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Intitut Pertanian Bogor. Bogor.
Hermawati, W. S. A dan Rany, E. 2016. Profil Hemosit dan Aktifitas Fagositosis Kepiting Bakau (Scylla sp.) yang Terserang Ektoparasit di Ekosistem Mangrove Kuta Selatan, Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences 2: 34 – 39.
Hutabarat, S dan S. M, Evans. 1985. Pengantar Oseanografi. Jakarta: UI Press.
Indarmawan, T dan A, Manan. 2011. Pemantauan Lingkungan Estuaria Perancak Berdasarkan Sebaran Makrobenthos. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 3 (2): 215-220.
Kadim, M. K., Pasisingi, N., dan Paramata, A.R. 2017. Kajian Kualitas Perairan Teluk Gorontalo dengan menggunakan metode STORET. Depik, 6(3): 235-241
Kementrian Lingkungan Hidup. 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Jakarta
Krebs, C. J. 1989. Ecological Methodology. New York: Harper & Row Inc. Publisher.
Nasution, N. A., Djayus, Y. & Mutadi, A. (2016). Sruktur Komunitas Makrozoobenthos Di Dusun Ii Desa Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. AQUACOAST-MARINE, 14 (4), 11-18.
Nontji, A. 1993. Laut Nusantara. Cetakan Kedua. Djambatan: Jakarta, Indonesia.
---------------. 2002. Laut Nusantara. Cetakan Ketiga. Djambatan: Jakarta, Indonesia.
---------------. 2005. Laut Nusantara. Cetakan Keempat. Djambatan: Jakarta, Indonesia.
Odum, E. P. 1971. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ketiga Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
-----------------. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan Tjahjono Samingan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
------------------. 1994. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta (Penerjemah Tjahjono Samingar).
Peraturan Gubernur Bali No. 16 Tahun 2016 Baku Mutu Lingkungan Hidup dan Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2016 Nomor 16).
Pescod, M. D. 1973. Investigation of Rational Effluen and Stream Standards for Tropical Countries. Bangkok: 59 pp.
Pratiwi, I. 2017. Karakteristik parameter fisika kimia pada berbagai aktivitas antropogenik hubungannya dengan makrozoobentos di perairan pantai kota Makassar. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanudin.
Pratiwi, M. A. dan N. M, Ernawati. 2016. Analisis Kualitas Air dan Kepadatan Moluska pada Kawasan Ekosistem Mangrove, Nusa Lembongan. Journal of Marine and Aquatic Sciences. 2 (2), 67-7
Pratiwi, R. (2010). Asosiasi Krustasea di Ekosistem Padang Lamun Perairan Teluk Lampung. Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences, 15 (2), 66-76.
Silaen I. F., Hendrarto, B dan Supardjo M. N. 2013. Distribusi dan Kelimpahan Gastropoda pada Hutan Mangrove Teluk Awur Jepara. Journal Of Management Of Aquatic Resources. 2 (3): 93-103.
Tapilatu, Y. dan D. Pelasula. 2012. Biota Penempel yang Berasosiasi dengan Mangrove di Teluk Ambon Bagian Dalam. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 4 (2). 267-279.
Tarigan, M. S. 2008. Sebaran dan Luas Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Teluk Pising Utara Pulau Kabaena Provinsi Sulawesi Tenggara. Journal of Makara, Sains. 12 (2): 108-112
Ulfa, M., P. G, Sasmita, J dan A. Hermawati, W. S. 2018. Keterkaitan Komunitas Makrozoobentos dengan Kualitas Air dan Substrat di Ekosistem Mangrove Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences. 4 (2), 179 – 190.
Ulfah, Y., Widianingsih, W., & Zainuri, M. (2012). Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Wilayah Morosari Desa Bedono Kecamatan Sayung Demak. Journal of Marine Research, 1 (2), 188-196.
Valiela, I. 1984. Marine Ecological Processes. Springer-verlag. New York. USA.
Wijayanti, H. 2007. Kualitas Perairan di Pantai Kota Bandar Lampung Berdasarkan Komunitas Hewan Makrobenthos. Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro. Semarang.
Wulandari, H.Wahyuningsih, A. Muhtadi. 2016. Struktur Komunitas Makrozoobenthos Di Kawasan Mangrove Desa Bagan Deli Kecamatanmedan Belawan. Jurnal Universitas Sumatera Utara, 14 (4), 82-93
Yunitawati, Sunarto dan Hasan Z., (2012), Hubungan Antara Substrat Dengan Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Cantigi, Kabupaten Indramayu. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 3 (3): 221-227.
Published
2020-02-28
How to Cite
SOBARI, Ari Isnen; WATINIASIH, Ni Luh; PEBRIANI, Dewa Ayu Angga. Keanekaragaman Makrozoobetos Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali. Current Trends in Aquatic Science, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 88-96, feb. 2020. ISSN 2621-7473. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/CTAS/article/view/52638>. Date accessed: 24 sep. 2020.

Most read articles by the same author(s)