Biokontrol arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) Glomus spp. terhadap infeksi Fusarium oxysporum Schlecht et Fr. pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.)

  • Ni Putu Muni Raisani Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
  • Meitini Wahyuni Proborini Program Doktor Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
  • Ni Luh Suriani Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
  • Eniek Kriswiyanti Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Abstract

Fusarium oxysporum Schlecht et Fr. merupakan patogen tular tanah yang dapat menyebabkan layu fusarium pada cabai rawit. Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) sebagai simbion dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap infeksi jamur pathogen F.oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FMA sebagai biokontrol pertumbuhan tanaman cabai rawit terhadap infeksi F. oxysprum serta efektivitas pemberian FMA untuk menurunkan intensitas serangan penyakit layu fusarium. Bibit cabai rawit ditumbuhkan pada media tanah steril (kontrol negatif), tanah steril dan 10 ml patogen (kontrol positif), tanah steril dan FMA 100 g, FMA 100 g dan 10 ml patogen,  tanah steril dan 200 g FMA, FMA 200 g dan 10 ml patogen, tanah steril dan 300 g FMA dan 10 ml patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 200 g spora FMA menunjukkan pengaruh berbeda nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering akar dan berat kering tajuk tanaman cabai rawit berumur tiga bulan. Sedangkan inokulasi 300 g FMA memberikan hasil terbaik pada buah cabai dan persentase kolonisasi FMA sebesar 84, 45%. Inokulasi 300 g FMA menurunkan infeksi F. oxysporum saat 30 Hari Setelah Tanam (HST) sebesar 3.36%. Kesimpulan dari riset ini menunjukkan inokulasi FMA Glomus spp.  mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering akar dan berat kering tajuk, kecepatan berbunga dan ketahanan tanaman terhadap infeksi jamur F. oxysporum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agrios GN. 2005. Plant Pathology. Edisi ke-5. Elsevier Academic Press: London.
Akaeze OO, Aduramigba-Modupe AO. 2017. Fusarium Wilt Disease of Tomato: Screening for Resistance and In-Vitro Evaluation of Botanical for Control: The Nigeria Case. Journal of Microbiology, Biotechnology and Food Sciences 7(1): 32-36.
Akkopru A, Demir S. 2005. Biological control of Fusarium Wilt in Tomato Caused by Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici by AMF Glomus intraradices and some Rhizobacterial. Journal of Phytopathology 153: 544-550.
Aktar MW, Sengupta D, Chowhury A. 2009. Review Article: Impact of Pesticides Use in Agriculture: Their Benefits and Hazards. Interdisc Toxicol Journal 2(1): 1-12.
Al-Hmoud G, Al-Momany A. 2015. Effect of Four Mycorrhizal Produsct on Fusarium Root Rot on Different Vegetable Crops. Journal of Plant Pathology and Microbiology 6(2): 1
Al-Askar AA, Rashad YM. 2010. Arbuskular Mycorrhizal Fungi: A Biocontrol Agent Common Bean Fusarium Root Rot Disease. Plant Pathology Journal 9: 31-38.
Aulia F, Susanti H, Fikri EN. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati dan Mikoriza terhadap Intensitas Serangan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum), Pertumbuhan, dan Hasil Tanaman Tomat. Jurnal Ziraa’ah 41(2): 250-260.
Brundrett M, Bougher N, Dell B, Grove T, Malajczuk N. 2008. Working with Mycorrhiza in Forestry and Agriculture. Australian center for Internasional Agricultural research: Canberra.
Campbell NA, Reece JN, Mitchell LG. 2002. Edisi Ke-5. Jilid 1. Erlangga: Jakarta.
Duriat AS, Gunaeni N, Wulandari AW. 2007. Penyakit Penting pada Tanaman Cabai dan Pengendaliannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Penelitian Tanaman Sayur.
Hakiki TN. 2013. Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max L.) Merrill) yang Diberi Fungi Mikoriza Arbuskular pada Tanah Salin. Jurnal Online Agroteknologi 1(2): 421-427.
Hasanah U, Purnomowati, Dwiputranto U. 2017. Pengaruh Inokulasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran terhadap Kemunculan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum). Jurnal Scripta Biologica 4(1): 31-35.
Hasbiah ST, Wahidah BF. 2013. Perbandingan Kecepatan Fotosintesis pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea) yang diberi Pupuk Organik dan Anorganik. Jurnal Biogenesis 1(1): 61-69.
Imron M, Suryanti, Sulandari S. 2015. Peranan Jamur Mikoriza Arbuskular terhadap Perkembangan Penyakit Daun Keriting Kuning Cabai. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 19(2): 94-98.
Jamilah M, Purnomowati, Dwiputranto U. 2016. Pertumbuhan Cabai Mearah (Capsicum annuum L.) pada Tanah Masam yang Diinokulasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran dan Pupuk Fospat. Jurnal Biosfera 33(1): 37-45.
Kementrian Pertanian. 2018. [cited 2019 March 19] Available from: URL: http://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=61.
Masfufah R, Proborini MW, Kawuri R. 2016. Uji Kemampuan Spora Cendawan Mikoriza Arbuskula (AMF) Lokal Bali pada Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Jurnal Simbiosis 4(1): 26-30.
Mila YN, Widnyana IK, Pandawani NP. 2016. Pengaruh Waktu Pemberian Pupuk Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Paprika (Capsicum annum var grossum L.). Jurnal Agrimeta 66-76.
Musfal. 2010. Potensi Cendawan Mikoriza Arbuskula untuk Meningkatkan Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Litbang Pertanian 29(4): 154-158.
Prasasti OH, Purwani KI, Nurhatika S. 2013. Pengaruh Mikoriza Glomus fasciculatum Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah yang Terinfeksi Patogen Sclerotium rolfsii. Jurnal Sains dan Seni Pomits 2(2): 74-78.
Proborini MW. 2011. Eksplorasi Jenis-jenis Endomikoriza Indigenus pada Lahan Kering di Bali dan Pemanfaatannya pada Pembibitan Mente (Anacardium ocidentale L.). Laporan Hibah Doktor. Universitas Udayana Denpasar. Bali.
Pulungan ASS. 2018. Tinjauan Ekologi Fungi Mikoriza Arbuskular. Jurnal Biosains 4(1): 17-22.
Putri AOT, Hadisutrisno B, Wibowo A. 2016. Pengaruh Inokulasi Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan Bibit dan Intensitas Penyakit Bercak Daun Cengkeh. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 10(2): 145-154.
Setiadi Y. 2003. Arbuscular Mycorrhizal Inoculum Production. Program dan Abstrak Seminar dan Pameran. Teknologi Produksi dan Pemanfaatan Inokulan Endo Ektomikoriza untuk Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan: Bandung.
Sinaga SN. 2003. Ilmu Penyakit Hutan. Penebar Swadaya: Jakarta.
Smith SE, Read DJ. 2008. Mycorrhizal Symbiosis, 3rd Ed. San Diego :Academic Press.
Soenartiningsih. 2013. Potensi Cendawan Endimikoriza Arbuskular sebagai Media Pengendalian Penyakit Busuk Pelepah pada Jagung. Jurnal Iptek Tanaman Pangan 8(1): 48-53.
Triarta NA, Proborini MW, Hardini J. 2019. Peranan FMA Glomus sp. dan Pupuk Anorganik terhadap Produktivitas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) var. Lokal Bali. Jurnal Mikologi Indonesia 3(2): 84-94.
Wandani SAT, Yuliani, Rahayu YS. 2015. Uji Ketahanan Lima Varietas Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum) terhadap Penyakit Tular Tanah (Fusarium oxysporum f. sp capsici). Jurnal Lentera Bio 4(3): 155-160.
Windrasari L P., Proborini,M.W., Defiani, M.R., 2019. Biokontrol Endomikoriza terhadap jamur Curvularia sp.Penyebab Penyakit Tanaman Jagung (Zea mays L.). Simbiosis VII (1): 28-36.
Wicaksono MI, Rahayu M, Samanhudi. 2014. Pengaruh Pemberian Mikoriza dan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Bawang Putih. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian 19(1): 35-44.
Published
2020-06-30
How to Cite
RAISANI, Ni Putu Muni et al. Biokontrol arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) Glomus spp. terhadap infeksi Fusarium oxysporum Schlecht et Fr. pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Biologi Udayana, [S.l.], v. 24, n. 1, p. 38-46, june 2020. ISSN 2599-2856. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/BIO/article/view/61378>. Date accessed: 10 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.24843/JBIOUNUD.2020.v24.i01.p05.