Kualitas Daging Kerbau Beku Asal India Ditinjau dari Cemaran Salmonella spp. di Pasar Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

  • Muh. Muazdzamzam Lil Abrori Mahasiswa Pendidikan Sarjana Kedokter Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali
  • Hapsari Mahatmi Labolatorium Bakteriologi dan Mikrobiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali
  • Putu Henrywaesa Sudipa Labolatorium Bakteriologi dan Mikrobiologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar, Bali
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i06.p06

Abstrak

Sejak tahun 2015 impor daging kerbau beku dari India telah mulai masuk ke Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya memenuhi kebutuhan pasar di wilayah pertokoan modern di Kota Lombok. Harga daging kerbau beku yang relative murah, menyebabkan pemasaran meluas ke wilayah Lombok Timur khususnya pasar tradisional Aikmel, yang yang berjarak sekitar 72 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri Salmonella spp. pada daging kerbau beku kemasan asal India yang dijual di Pasar Aikmel. Sampel penelitian berupa daging kerbau yang berasal dari 10 penjual yang masing-maing seberat 100 gram. Kemudian dilakukan isolasi dan identifikasi .Isolasi bakteri dilakukan dengan menggunakan media selektif yaitu Xylose Lysine Deoxycholate, pewarnaan Gram, Uji Biokimia yang meliputi Uji Triple Sugar Iron Agar, Indole, Methyl Red, Voges Proskauer, Citrat dan uji Urease. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel daging kerbau beku yang dipasarkan di pasar Aikmel 9 sampel dari 10 sampel daging kerbau (90%) menunjukkan adanya cemaran Salmonella spp. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka perlu adanya peningkatan pengawasan pemerintah setempat terhadap tatacara penjualan daging kerbau beku dari India.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Antriana N. 2014. Isolasi bakteri asal saluran pencernaan rayap pekerja (Macrotermesspp). J. Saintifika. 16(1): 18-28.
Arifin IM. 2015. Deteksi Salmonella spp. Pada daging sapi di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Makassar. Skripsi. Makasar: Universitas Hasanuddin.
Afriyani A, Darmawi D, Fakhrurrazi F, Manaf ZH, Abrar M, Winaruddin W. 2016. Isolasi bakteri Salmonella spp. pada feses anak ayam broiler di pasar Ulee Kareng Banda Aceh. J. Med. Vet. 10(1): 74-76.
Bayumitra WK. 2014. Kontaminasi Makanan: Penyebab Utama Food-Borne Disease (Penyakit yang Berasal dari Makanan). Indonesia.
Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. 2007. Batas Maksimal Cemaran Mikroba dalam Bahan Makanan Asal Hewan (SNI No. 01-6366-2000). Jakarta. http://www.ditjennak.go.id. [23 Maret 2022].
Elvioleta I, Erina E, Jamin F, Darniati D. 2016. Isolasi Salmonella sp pada burung puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) di Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. J. Med. Vet. 10(2): 171-175.
Hidayat OFA, Febria N, Nasir. 2014. Isolasi dan karakterisasi bakteri pada pasir sarang dan cangkang telur penyu lekang (Lepidochelys olivaceae L) yang menetas dan gagal menetas. J. Bio. 3(2): 154-161.
Jawetz, Melnick JL, Adelberg's A. 2001. Medical Microbiology. Ed 20. Jakarta. EGC.
Muzadin CI, Ferasyi TR, Fakhrurrazi F. 2018. Isolasi bakteri Salmonella spp dari feses sapi aceh di pusat pembibitan, Aceh Besar. J. Ilmiah Mahasiswa Vet. 2(3): 255-261.
Murti NIK, Budayanti NNS. 2017. Prevalensi Salmonella spp. pada cilok di sekolah dasar di Denpasar. e-J. Med. 6(5): 36-41.
Michael J. Pelczar Jr. Chan ECS .2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. 2nd Ed. Jakarta. UI-Press.
Diterbitkan
2022-05-14
##submission.howToCite##
ABRORI, Muh. Muazdzamzam Lil; MAHATMI, Hapsari; SUDIPA, Putu Henrywaesa. Kualitas Daging Kerbau Beku Asal India Ditinjau dari Cemaran Salmonella spp. di Pasar Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 644-651, may 2022. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/85489>. Tanggal Akses: 20 feb. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i06.p06.
Bagian
Articles