Deteksi Residu Antibiotik pada Daging Ayam Broiler dan Itik Serta Tingkat Kesadaran Peternak di Wilayah Selemadeg Timur Tabanan Bali
Abstrak
Konsumsi masyarakat terhadap daging ayam khususnya ayam broiler dan itik terus meningkat namun masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Berbagai upaya ditempuh peternak agar meningkatkan hasil produksinya dengan meningkatkan kuantitas ternaknya dan perbaikan manajemen peternakan. Pemerintah telah melarang penggunaan antibiotik pada Undang-Undang No. 41 Tahun 2014. Adanya undang-undang ini perlu dievaluasi terhadap produk ternak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya residu antibiotik dan juga untuk mengetahui tingkat kesadaran peternak terhadap residu antibiotik pada daging ayam broiler dan itik di wilayah Selemadeg Timur Tabanan Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara kualitatif menggunakan uji sampel daging ayam dan itik dengan bioassay di BBvet Denpasar serta melalui pemberian kuesioner kepada peternak di wilayah Selemadeg Timur Tabanan Bali. Jumlah sampel sebanyak 10 sampel daging ayam, 2 sampel daging itik dan 15 sampel kuesioner peternak. Berdasarkan hasil uji bioassay, didapatkan bahwa semua sampel negatif residu antibiotik tetrasiklin, aminoglikosisa, makrolida, dan penisilin. Selain itu berdasarkan hasil data kuesioner tingkat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan antibiotik dan bahaya residu antibiotik pada daging sangat tinggi. Sehingga daging ayam di wilayah Selemadeg Timur Tabanan Bali masih dikatakan aman untuk dikonsumsi. Namun masih perlunya pengawasan dari pemerintah dan dokter hewan terkait penggunaan antiobiotik agar produk hasil ternak tetap terjaga kualitasnya.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2000. Batas maksimum cemaran mikroba dan batas maksimum residu dalam bahan makanan asal hewan.
Badan Pusat Statistik, 2018. Rata-rata konsumsi per kapita seminggu beberapa macam bahan makanan penting, 2007-2018. BPS. Indonesia.
Cundawan AJ, Sudira IW, Siswanto. 2020. Uji residu antibiotika pada hati sapi bali di beberapa pasar daerah di Provinsi Bali. Bul. Vet. Udayana 12(1): 39-44.
Cohen N, Ennaji H, Bouchrif B, Hassar M, Karib H. 2007. Comparative study of microbiological quality of raw poultry meat at various seasons and for different slaughtering processes in Casablanca (Morocco). J. of Appl. Poult. Res. 16(4): 502-508.
Etikaningrum, Iwantoro S. 2017. Kajian residu antibiotika pada produk ternak unggas di Indonesia. J. Ilmu Produksi Teknol. Hasil Peternakan 5(1): 29-33.
Hajrawati, Fadliah M, Wahyuni, Arief II. 2016. Kualitas fisik, mikrobiologis, dan organoleptik daging ayam broiler pada pasar tradisional di Bogor. J. Ilmu Produksi Teknol. Hasil Peternakan 4(3): 386-389.
Jaelani A, Dharmawati S, Wanda. 2014. Berbagai lama penyimpanan daging ayam broiler segar dalam kemasan plastik pada lemari es (suhu 400) dan pengaruhnya terhadap sifat fisik dan organoleptik. Ziraa’ah. 39(3): 119-128.
Nadzifah N, Sjofjan O, Irfan H, Djunaidi. 2019. Kajian residu antibiotik pada karkas broiler dari beberapa kemitraan di Kabupaten Blitar. J. Trop. Anim. Prod. 20(2): 165-171.
Purnawarman T, Efendi R. 2020. Pengetahuan, sikap, dan praktik peternak dalam penggunaan antibiotik pada ayam broiler di Kabupaten Subang. Acta Veterinaria Indonesiana 8(3): 48-55.
Putra TG. 2016. Uji kualitas daging bebek yang beredar di Nabire. J. Fapertanak. 1(1): 1-10.
Treiber FM, Heide BK. 2021. Antimicrobial residues in food from animal origin—a review of the literature focusing on products collected in stores and markets worldwide. J. Antibiotics. 10(534): 1-15.
Wang S, Xu B, Zhang Y, He JX. 2009. Development of enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) for the detection of neomycin residues in pig muscle, chicken muscle, egg, fish, milk and kidney. Meat Sci. 82(1): 53-58.


